Uniknya Pantai Surumanis Kebumen

Pantai yang satu ini saya rekomendasikan buat yang suka berpetualang dengan treking menantang. Namanya Pantai Surumanis, lokasinya di perbatasan Desa Pasir (Pantai Karang Menganti) dan Desa Srati (Pantai Pecaron). Rutenya jika dari timur (Pantai Suwuk atau Pantai Pasir) terus saja lurus ke barat arah Pantai Menganti atau Pantai Ayah. Ketika melewati tanjakan dengan dua arah, di sisi kiri ada bengkel motor. Pilih gang kedua dari bengkel motor. Lebih jelasnya lihat peta 🙂

.

peta - rute menuju pantai

.

Dari jalan raya menuju pantai jaraknya kurang lebih 1,5KM, dengan jalan bebatuan dan tanah, lalu setelah melewati perkampungan jalan akan berubah makin menyempit dengan medan tanah lempung yang hanya bisa dilalui oleh satu motor dan mulai naik turun (hindari ke pantai ini ketika gerimis atau hujan, bisa dipastikan jalannya terlalu beresiko). Oh iya, ketika melewati perkampungan sempat berbincang dengan warga setempat. Menurut info, tahun ini jalan menuju Pantai Surumanis hendak diperbaiki, sehingga akses ke pantai lebih mudah. Dan biasanya di perjalanan kita menemui penduduk lokal yang mecari rumput atau kayu bakar, jangan sungkan untuk bertanya arah menuju pantai. Karena ketika jalan mulai sempit itu ada beberapa persimpangan.

.

.

.

Dari kejauhan akan terlihat bendera di bukit Puncak Silayur, dari bukit tersebut pemandangan Pantai Pasir, Karang Pengantin, Pantai Menganti hingga Cilacap akan terlihat. Di Puncak Silayur juga bisa untuk camping. Untuk ke pantai, ambil jalan yang ada di sisi kiri, melingkari bukit, ikuti bendera kain. Jalan menurun harus hati – hati karena lumayan curam di beberapa sisi.

.

.

.

Pada saat menuruni jalan menuju pantai di sisi kanan nanti ada perkebunan kelapa milik Pak Gama. Uniknya Pak Gama dan keluarga membuat gula jawa langsung di perkebunan. Hammock yang kami pasang juga di pohon kelapa milik Pak Gama. Akhirnya, sembari menikmati pantai dari atas, kami pun berbincang dengan Pak Gama dan beberapa penduduk yang selesai mencari kayu bakar.

Menurut cerita, di pantai ini bisa ditemui beberapa goa. Salah satunya yang kami kunjungi. Ada aliran air terjunnya, yang konon katanya masih sesekali untuk bertapa :O. Bahkan dari tempat kami beristirahat, oleh mereka ditunjukkan mulut goa yang ada di perbukitan. Goa tersebut dipakai sewaktu penjajahan Belanda, hanya saja tidak ada penduduk yang berani masuk ke dalam.

.

.

.

Perlu diketahui, di atas jam satu siang disarankan jangan ke pantai karena biasanya air laut pasang. So, sudah tahu kenapa pantai ini unik? Sudah pasti selain masih sepi pengunjung disana ada beberapa goa, ada air terjun, pemandangan pantai barat hingga timur bisa dilihat dari bukit Puncak Silayur, dan juga treking menantang yang sayang dilewatkan.

5 Komentar


  • Mbak jalanya jauh apa nggak? mohon infonya?


    • Jalan kakinya maksudnya 😀


      • Maaf slow respon…
        Tergantung, klo sama mobil ya jauh. Soalnya kalau mobil tidak mungkin bisa turun ke bukit. Tp kl naik motor bisa parkir di tempat terdekat dengan pantai lalu lanjut jalan.

        Terima kasih sudah mampir dimari 🙂


  • Anyar maneh? :O


    • iya, belum banyak yg ke Pantai Surumanis. pulang-pulang badan pegel sampai tiga hari 😐
      trekingnya ajiiibbb hehe…

Tinggalkan Balasan