#1 Rinai Hujan Dan Kenangan

rinai hujan .

Deretan mobil entah berapa kilometer dari ujung ke ujung. Aku diam, memandang jendela yang mulai penuh dengan tetesan hujan. Ada memori yang berkelebat singgah. Tentang aku, kamu, dia, mereka. 

Deretan huruf tersusun, namun urun aku ucapkan. 

Aku menikmati setiap tetes hujan seperti biasanya. Meski berulang kali kenanganku entah terlontar kemana, entah pada siapa. Terkadang membuat sudut mataku memanas, lain waktu membuatku tak mampu mengucap apapun, bibirku kelu.

Hujan seperti mesin waktu. Apakah kau tahu itu?

.

.

(Bogor, pada suatu senja…)

Juni 16, 2015 7:07 pm 2 Comments

2 Komentar

Tinggalkan Balasan