Mbolang Ke Curug Juneng Atau Jumeneng

Hari Minggu bangun dengan semangat, pagi ini sudah berencana ke curug bareng @miz_emyhu yang kebetulan mudik. Rencana awalnya adalah ke Curug Abang, Curug Juneng, dan Curug Kembar karena itu satu aliran sungai. Lokasinya semuanya di perbatasan Desa Karang Salam dan Kemutug Baturaden. Berangkat dari rumah @miz_emyhu jam 6.30 wib.

.

Curug Juneng - pemandangan

.

Kendaraan dititipkan di peternakan ayam yang ada di Karang Salam (sebelum gerbang ke Curug Telu), lalu lewat pematang sawah yang ada di seberangnya. Setelah bertanya ke penduduk setempat yang ditemui di persawahan, kami pun mendapat informasi kalau Curug Abang dan Curug Kembar aksesnya susah. Demi rasa penasaran, kami pun tetap melanjutkan untuk menjelajah satu demi satu curug tersebut.

.

Curug Juneng - jalan menuju curug

.

Beruntung salah satu warga hendak ke kebun yang lokasinya satu arah dengan tujuan kami. Setelah melewati persawahan, nanti jalan mengikuti saluran air *ternyata lebih asik masuk ke dalam salurannya, airnya segar dan dingin :D. Berhubung kita dari selatan, jadi Curug Abang yang pertama kali bakal kita jumpai, setelah berjalan kurang lebih 400 meter nanti sisi sebelah kiri ada kebun dengan pohon yang agak jarang *jika ada penduduk sebaiknya tanya, lokasi curug berada di bawahnya, dan sayangnya memang sangat susah untuk turun ke bawah, air terjunnya pun tidak bisa terlihat karena tertutup oleh bambu. Hanya ‘kedung’ saja yang terlihat sedikit.

Melanjutkan perjalanan kembali ke Curug Juneng atau Curug Jumeneng dengan mengikuti saluran air lagi sepanjang ± 250 meter sampai mentok ketemu DAM Sala (foto kanan bawah), lalu masuk ke air dan menyusuri sungainya. Curug Juneng lebih tinggi, sayangnya waktu kesana banyak bambu dan ranting yang tersangkut hingga terlihat sedikit berantakan. Tempatnya sangat sepi, dan tentu saja bisa untuk berenang.

.

Curug Juneng dari kejauhan

.

Curug Juneng - Karang Salam - Baturraden.

Curug Juneng - Baturraden

.

Puas menikmati kesunyian Curug Juneng kami melanjutkan ke Curug Kembar. Untuk menuju kesana kami harus balik lewat jalan tadi, memutar lumayan jauh, akhirnya nekad menerobos jalan lewat kebun dan yah lumayan kesusahan *plus bonus beberapa kali ketemu ulat bulu, mengerikan… >_< Dan sayangnya ketika sudah sampai, lagi – lagi tidak menemukan jalan untuk bisa turun ke lokasi seperti Curug Abang. Hanya terdengar deru air terjunnya, yah setidaknya sudah mencoba hehe… 😀

Mbolang pagi itu cukup nekad karena tidak membawa air minum juga bekal makanan, dan mengingat kami sudah lumayan capek juga lapar kami pun memilih untuk pulang. Cukup puas menjelajah pagi itu, apalagi melewati persawahan yang hijau dengan latar belakang Gunung Slamet, udara yang segar dan sejuk, ah kurang apalagi coba… 🙂

.

.

PS : Kapan jadwal mudiknya lagi @miz_emyhu ?? Ayo kita kemana… 😀

Tinggalkan Balasan