Menikmati Sungai Serayu Dari Bukit Watu Meja

Pernah dengar Bukit Watu Meja yang ada di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen? Yap, bukit yang satu ini memang sedang ramai dibicarakan, terutama setelah banyak foto yang dishare lewat media sosial seperti twitter, instagram, dan lainnya. Berhubung banyak yang tanya kenapa belum ada di blog, saya pun menyempatkan ke Bukit Watu Meja sekalian ada perlu ke Banyumas.

Salah satu blog yang menjelaskan rute menuju ke bukit adalah blog milik Imaniawan (Imaniawan.id). Berangkat dengan seorang kawan dari rumah jam empat lebih waktu sore hari. Rutenya : perempatan Tanjung ke selatan menuju Pasar Patikraja, sampai pasar pilih jalan di sebelah kiri sampai melewati pertigaan tugu, ambil yang kanan (kalau kiri ke Banyumas soalnya) ikuti saja sampai Desa Tumiyang. Bila sudah sampai masjid yang ada di kanan jalan, berarti sudah dekat dengan toko Studio Foto (ada di sisi kiri jalan). Dari Studio Foto naik sekitar 200 meter melewati jalan kecil hingga ke tempat parkiran. Sekarang sudah ada petunjuk jalan menuju Bukit Watu Meja jadi tidak usah khawatir tidak ketemu.

Belum ada tarif parkir, hanya mengisi kotak uang seikhlasnya sebelum mulai jalan menuju bukitnya. Kita juga disuruh mengisi daftar pengunjung beserta asalnya (alamat). Jalan menuju bukit butuh waktu sekitar 20-30 menit, melewati perkebunan, dan hutan pinus. Ada banyak petunjuk jalan untuk naik dan saat turun *jika terpaksa turun pada malam hari.

.

bukit watu meja - rute

.

petunjuk arah - bukit watu meja

.

Oh iya, jalan menuju bukit sedikit menanjak bahkan lumayan bikin ngos – ngosan saya dan kawan saya 😀 . Karena musim kemarau, jalanannya pun berdebu, bisa dijamin apabila main ke Bukit Watu Meja pas musim penghujan ketika hendak turun bisa buat seluncuran hehe… *licin bro !

Sedikit terhenyak sampai hutan pinus ternyata banyak pedagang, sudah ada sekitar 10 pedagang yang menyediakan makanan dan minuman.

.

penjual makanan di bukit watu meja

.

Meski sudah sore rupanya masih banyak pengunjung yang hendak menikmati pemandangan Sungai Serayu dan sunset. Sayang hari itu sedikit kurang beruntung karena matahari tertutup awan.

.

pengunjung berfoto di bukit watu meja

.

pengunjung bukit watumeja.

Melihat Sungai Serayu dari Bukit Watu Meja itu mengingatkan saya pada Sungai Kapuas yang dilihat dari pesawat, terlihat aliran Sungai Serayu berkelak – kelok dengan di kelilingi perbukitan dan sawah. Seharusnya bisa juga terlihat Gunung Slamet, sayang sore itu tertutup awan 🙁

.

sungai serayu dari bukit watumeja

.

view dari bukit watu meja tumiyang

.oliipeoile endorse kaos dablongan

.

Tertarik juga untuk kesini? 🙂

14 Komentar


  • mba Olipe Oile, rumahnya dekat bgt ya dengan stasiun Purwokerto 🙂
    salam kenal mba, saya aseli lahir di pwt, desanya Silado Karangjati, dekat bgt dengan pasar Padamara mba dusun ku itu. tapi sekarang menetap di Cimanggis, Depok Jawa Barat. boleh kah saya melipir ke kediaman mba, kalo saya sedang ada di purwokerto bareng istri inshalloh …. Salam #ngapak mba 🙂


    • Pagi Pak Hafi…

      Iya, boleh sekali monggo kalau mau main 🙂
      Kalau dr stasiun sekitar 5 menit (lampu merah terjang saja tapi hehehe)
      Kirim email saja nanti bisa saya kasih no kontak saya…
      Salam kenal dan salam buat istri (^_^)


  • Kalo dari tanjung naek angkot y bis kecil jurusan sampang mbak turunya di studio foto satria nda perlu pake ojek


    • Wah trims Atunriki untuk infonya, jd bs langsung yah… (y)


  • Mba..mau tanya boleh?
    Kalau dr Jakarta mau ketempat itu via kereta turunnya distasiun mana yah?
    Lalu dilanjut naik apalagi, bs dibantu kasih petunjuknya?
    Makasih sebelumnya 🙂


    • Dari Jakarta turun stasiun Purwokerto, naik angkot ke perempatan Tanjung, naik bus kecil turun Pasar Patikraja, dari pasar naik ojek, bilang saja mau ke Desa Tumiyang lokasi Bukit Watumeja…

      Kalau sendiri mungkin bs saya antar, tp ndak ikut naik bukitnya hehe…


      • Wah..makasih lho informasinya.
        Oiya..kira2 brp lama ya perjalanan itu?
        Krn sy mau coba mampir ke bukit itu sepulang dr dieng, mesti bnr2 atur itinerarynya.

        Sy sy suami sy mba hehe, makasih banget tawarannya.
        Salam kenal ya dari orang jakarta barat 🙂
        Kalau lg ke jakarta silahkan mampir kerumah sy.


        • Oh dari Dieng ya posisinya, berarti misal sudah turun dari terminal Purwokerto, naik saja bus kecil jurusan Pasar Patikraja habis itu naik ojek…
          sebenarnya lumayan deket, naik bus terminal ke pasar 15-20 menit, ojek 10 menit, trekking naik ke bukit 20 menit.
          Kalau butuh tempat singgah untuk rehat kabari saja, rumah lumayan deket dari stasiun, hanya 5mnt (klo nabrak lampu merah hahaha)… ya menitlah 😀


          • Bis jurusan cilacap ada yang via kebasen mba, bisa langsung, tidak perlu ganti ojek. Cuma mesti nanya di terminal jangan sampai ketukar sama bis ke cilacap yang via menganti atau jeruklegi 🙂


          • Thanks infonya Iip…
            cm mesti dipastiin yes Busnya hehe..


  • Wah ada tempat baru lagi ya yang booming. Memanjakan mata baik cuaca cerah maupun tidak. Kemarin waktu famtrip ke PIKAS ga bisa rafting soale ada kejuaraan 😀


    • Iya nih Pakde…

      kemarin tak kiro sampai Purwokerto lho pas famtrip. nanggung pisan Banjarnegara – Purwokerto udah deket banget –”

      Olipe renc ke Malang >_< masih disana to Pakde


      • Ke Purwokerto Mbak kemarin hari pertama famtrip, lihat parade seni di pinggir jalan hotel aston, trus langsung nginep di salah satu hotel di Baturraden semalam. Besoknya ke Baturraden lokawisata, pancuran 7, sama BAF 😀

        Kapan Mbak ke Malang? Masih Mbak..


        • Wah pas itu berarti Olipe lagi ke Jakarta klo gak salah…

          mantepkan Purwokerto hahaha *ngalem kota sendiri

          November pertengahan ke Malang. tp ini juga diusulin September pas KAI 70K hahaha nanti Olipe kabari deh soalnya pas September bakalan terjadi rebutan tiket pasti hehe…

Tinggalkan Balasan