That’s What Friends Are For

That’s what friends are for”, balas kawanku Brigitte disalah satu obrolan chat kami.

Waktu itu kami lagi seru – serunya membahas ini itu termasuk rencana kegiatan di taman baca. Brigitte pun menawarkan diri untuk membantu menitipkan proposal ke salah satu toko buku di Purwokerto. Semoga nanti ada hasilnya, berapapun itu tentu sangat membantu 🙂

Kepedulian dan persahabatan memang tak pernah melihat warna kulit. Itu sama halnya dengan saya dan Brigitte. Perkenalan tak sengaja dari blog lama lalu berujung pada pertemuan dan sampai sekarang. Pertama bertemu obrolan panjang seperti seorang kawan lama yang sudah lama tak jumpa, langsung klik. Makin seru karena malaikat kecilnya Rhea selalu ‘ngintil’ (ikut) terus… *gemesss pisan kalau sudah denger celotehnya. Rhea kecil pun tak mau kalah dalam berbagi, beberapa buku dongeng sengaja dipilih dan didonasikan untuk adik – adik di taman baca.

.

olipeoile blog

.

Setiap pertemuan selalu diselipkan Rhea berdendang dengan lagu Satu Dua Tiga Sayang Semuanya dengan bahasa Mandarin, lalu Rhea akan sibuk lagi dengan mainannya bersama Bibi, sedang Brigitte dan saya asik dalam obrolan kembali. Membahas hal yang ringan sampai berat, dari sekedar lelucon sampai yang serius. Dan hal itu selalu berakhir dalam satu setengah sampai dua jam.

>

Apa kalian juga percaya, setiap kali Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang pastinya untuk suatu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan, entah hanya untuk sesaat atau selamanya, entah untuk menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya… 

.

.

Thanks Brigitte for being my friend :*

September 13, 2015 9:58 pm Boleh dikomen

Tinggalkan Balasan