Explore Baturraden : Curug Grenjang Dan Penggalan Ingatan Tentang Iyass

Butuh pemikiran cukup lama apakah saya perlu menuliskan catatan perjalanan menjelajah seribu mata air di Banyumas ke blog atau tidak. Mengingat musibah yang terjadi kemarin. Tulisan ini saya apresiasikan khusus untuk kawan saya (alm) Iyass, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin.

Pagi itu sebuah pesan masuk memberitahukan Iyass datang ke Purwokerto dan ingin menjelajah sebelum pulang ke Gresik. Diskusi tiga orang pun terjadi lalu memutuskan ke air terjun yang waktu itu belum tahu namanya. Yang jelas lokasi itu yang paling mudah dan paling dekat dari tempat parkir, hanya butuh sepuluh menit untuk sampai bila dibandingkan dengan Curug Carang  yang ada di bawahnya.

.curug carang - rute.

Bertiga kami pun memulai perjalanan dari Dukuh Waluh menuju Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden. Untuk menuju ke lokasi, sama persis seperti hendak ke Curug Carang bedanya ketika sudah masuk dan lihat pondokan kecil (foto kanan bawah) itu langsung ambil ke kiri, karena Curug Grenjang ada di sisi timur bawah pondok. Dari parkir motor hanya perlu jalan kaki santai 10 menit.

Sampai tempat air terjun sempat saya tanyakan namanya ke dua pengurus kebun yang sedang membersihkan ilalang, rupanya tempat itu dinamakan Curug Grenjang. Dari kami bertiga, Iyass-lah yang paling semangat… entah berapa kali berfoto selfie dengan HP, dan kamera go pro-nya, bahkan mengambil video.

.

Curug Grenjang Kemutug Kidul.

Curug Grenjang Kemutug - Baturraden

“Mbak minta tolong dong fotoin…”, pinta Iyass sembari menyodorkan Hp.

“Boleh – boleh, coba duduk… di situ paling bagus kalau mau buat foto”.

“Mbak renang yuk, curugnya bagus nih…”, kata Iyass selepas diambil beberapa fotonya.

Ndak, tidak bisa renang Yass, biasanya cuma motret saja”.

“Wah kok bisa… trims Mbak, aku mau turun”.

Dialog terakhir dengan Iyass dan saya, sebelum akhirnya saya memilih mengambil beberapa foto air terjun lalu istirahat sembari menikmati pemandangan dari tepi sembari ngobrol santai dengan Giar. Iyass melanjutkan ke bawah, berenang dan mengambil video dengan kamera go-pro seperti biasanya…

Segala sesuatu terjadi dengan cepat, terlalu cepat… 🙁

Tentunya Allah memang lebih sayang Iyass, melihat bagaimana respon kawan – kawannya saya yakin dia memang baik, pejuang yang tak kenal lelah… Insya Allah khusnul khotimah. Do’a saya untuk Iyass dan keluarga yang ditinggalkan.

.

.

Terima kasih untuk : Giar, Ucup, Apris, Bang Jaja, anak – anak kost di Jalan Nangka, teman – teman dari Trashbag Community Bekasi & Purwokerto, teman – teman yang tidak bisa saya sebut satu per satu disini *trims dukungannya, teman – teman saya dari Sedekah Rombongan yang sudah mengantar, dan tentu saja warga beserta Polsek Baturraden.

5 Komentar

Tinggalkan Balasan