Sekedar Unek – Unek

Ini bukan pertama kalinya saya melihat kematian di depan mata. Saya pernah melihatnya, ketika seorang ibu berjuang dalam proses persalinan namun meninggal, saya pernah melihat seorang balita meninggal karena demam berdarah namun terlambat dibawa ke rumah sakit, saya pernah melihat beberapa kali bayi meninggal karena gangguan paru – paru dan komplikasi lainnya, tapi menyaksikan seorang kawan yang meninggal karena tenggelam ketika melakukan penjelajahan bersama… 

Nyatanya jauh lebih berat dan menyesakkan, tentu saja efek psikologis yang tidak bisa dihindari baik untuk saya juga satu teman saya yang ikut saat itu. Banyak kalimat yang berkeliaran di kepala, banyak adegan – adegan saat peristiwa itu terjadi datang dan susah dihilangkan. 

Hampir empat jam diintrogasi, duapuluh empat jam lebih tanpa bisa memejamkan mata, menghadapi wartawan yang nyatanya banyak hal ditulis tidak sesuai, juga sedikit kurang pantas, dan menghadapi pertanyaan dengan jawaban yang diulang entah sampai berapa puluh kali.

Memori datang berulang – ulang layaknya sebuah film yang diputar berkali – kali. Adegan yang sama, ketika melihat tangan kawan saya melambai minta pertolongan mencoba menggapai batu licin. Apakah saya menyalahkan diri sendiri karena saya tidak bisa berenang. Ya!

Ingin sekali kejadian tersebut hanyalah mimpi buruk semata, ternyata tidak… itu nyata! Banyak kalimat pengandaian yang sebenarnya ingin dilontarkan, tapi saya tahu benar segala sesuatu terjadi adalah kehendak Allah SWT.

Dan saya sendiri memilih bantuan sebutir obat hanya untuk bisa memejamkan mata. Saya (dan mungkin kawan saya yang satunya) mencoba seolah – olah semuanya baik – baik saja.

Untuk sementara penjelajahan seribu mata air di Banyumas saya hentikan entah untuk berapa lama. Mungkin saya memang harus berdamai dengan waktu…

Oktober 10, 2015 3:55 am 3 Comments

3 Komentar


  • Td sempet ditarik dulu ya kayaknya lip artikel ini. Semoga cepet berdamai dg waktu, kapan nulis buku? Apa malah udah jadi.


    • bukan ditarik, salah klik saja hee…

      nulis buku? haduh, jd sponsor apa Ji 🙂


      • Nyeponsori pake gorengan dan teh anget wae yo.hhe. Tapi serius jere pengen nulis buku.

Tinggalkan Balasan