#Part 2 : Menuju Pulau Alor

Ini dia lanjutan cerita perjalanan sebelumnya nih…

Menyusuri jalan dari Pantai Lasiana menuju jalan raya, ternyata seorang penduduk lokal yang tadi sedang membuat kain tenun masih ada meski hari sudah sore. Akhirnya saya datangi dan ajak berbincang. Namanya Mama Yuliana, seorang pengrajin kain tenun khas Kupang yang memiliki enam anak. Kebetulan saya ingat membawa choki – choki yang sengaja saya siapkan kalau ketemu anak kecil.

.

pantai lasiana - kupang - kain tenun

.

pantai lasiana - kupang

.

Kelima anak Mama Yuliana pun saya panggil dan tawarkan coklat yang saya bawa. Mereka antusias sekali ketika mendapatan coklat itu. Mama Yuliana menjelaskan bahwa anak tertuanya sedang kuliah. Pembuatan kain tenun biasanya memakan waktu satu minggu. Saya bahkan sempat ditawari selendang tenun untuk hadiah, namun saya tolak karena selendang tersebut sebenarnya sudah Mama Yuliana setorkan ke orang (semacam pengepul kain tenun??).

Sebelum menuju hotel saya sempatkan mampir ke minimarket lokal, membeli bekal besok selama di kapal menuju P. Alor. Beruntung oto yang menuju ke Β Penfui masih ada, jadi tidak perlu naik ojek (sempat berniat naik ojek tapi akhirnya batal karena minta tarif masih terlalu mahal buat saya hehe). Yang lucu… karena posisi tempat duduk di dalam oto tinggi akhirnya saya pun tidak bisa melihat jalan, selain itu jalanan juga terlalu gelap. Mengandakan google maps yang terkadang susah sinyal, akhirnya kebablasan dan harus memutar ulang. Begitu turun rupanya mati lampu, dan berhubung hotel berada di jalan masuk dari jalan raya besar maka jalan kaki dalam keadaan gelap gulita πŸ˜€

Hotel yang dipilih (Hotel Ledetadu) berada di Jalan Matahari dekat dari bandara EL Tari dengan tarif lumayan terjangkau, ada pilihan 75.000 (dua tempat tidur, kipas angin, KM dalam), 125.000 (dua tempat tidur, AC, TV, KM dalam), 195.000 (dua tempat tidur, AC, TV, KM dengan air panas). Semuanya free wifi, kopi & teh 24 jam, dan sarapan.

Sehabis sarapan langsung check out, menuju ke terminal Kupang dengan menggunakan oto, lalu lanjut dengan oto jurusan Pelabuhan Bolok. Ternyata terminalnya dekat sekali dengan Pantai Lai – Lai Bissi Kopan. Jadilah menikmati Pantai LLBK sejenak sebelum melanjutkan ke Pelabuhan Bolok…

.

Pantai Lai - Lai Bissi Kopan - Kupang NTT

.

Pantai Lai - Lai Bissi Kopan, Kupang

.

Lai - Lai Bissi Kopan - Kupang NTT

.

Buat kalian yang menuju ke pelabuhan harap hati – hati, terkadang sopir sengaja berangkat dalam keadaan oto kosong lalu sampai pelabuhan meminta tarif berkali – kali lipat dengan alasan hitungannya itu sewa oto. Masuk pelabuhan bayar retribusi 2000 rupiah per orang. Oh iya, untuk penyebrangan ke P. Alor dari Kupang, seminggu hanya ada dua kali penyebrangan ; Selasa dan Sabtu dengan menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Bolok. Harga tiket ekonomi 116.000 rupiah, jadwal berangkat jam 12.00 wita. Untuk penyebrangan ke Ende, Rote, Larantuka, Aimere, Alor (Kalabahi), Sabu, W. Apu, dan L. Leba semua dari Pelabuhan Bolok.

.

kapal ferry

.

view pelabuhan bolok - kupang

.

dek kapal ferry - ke alor

.

kapal ferry - menuju kalabahi alor

.

Menikmati keindahan Selat Ombai selama di kapal ferry, ah iya kapan lagi coba lihat laut saling bersisihan dengan langit yang membiru… Dari Pelabuhan Bolok ke Pelabuhan Kalabahi (Alor) membutuhkan waktu sekitar 17 jam. Sayang sunset yang saya tunggu rupanya sedikit terhalang mendung. Tiba di Alor hari Rabu pas saat subuh… Teman saya Mei sudah siap menjemput di pelabuhan.

.

pelabuhan bolok dari kapal ferry

.

view penyebrangan ke alor

.

buku - senja - laut biru

.

senja di selat ombai

.

Hallo Tanah Alor….

 

3 Komentar


  • Foto-fotonya keren! Kupang panasnya seberapa Mbak? Hehehe.
    Itu, tas-tasnya disponsori D****r hmmm… πŸ˜€

    Ditunggu cerita berikutnya πŸ™‚


    • Panasnya klo Kupang seperti Surabaya πŸ˜€
      haha adanya daypack itu pakde, carrier mau ke Aceh *pengine sih sm orangnya juga v__v

      okey \(^_^)/

Tinggalkan Balasan