#Part 3 : Jelajah Kota Kalabahi, Alor…

Menginjakkan kaki di bumi Alor serasa seperti mimpi… biasa melihat di peta, sekarang malah berada ditanahnya. Semesta seperti mendukung, meski masih jam lima waktu indonesia tengah namun langit sudah terang. Dari kejauhan terlihat Mei datang bersama teman dari SM-3T menjemput saya dan Maria.

Saya pun dibawanya ke sekre SM-3T yang nantinya bakal jadi tempat menginap selama di Alor. Sampai sekre ada beberapa teman Mei yang kebetulan sedang pulang ke sekre *biasanya mereka tinggal di penempatan mereka. Setelah mandi, saya sendiri langsung memilih tidur mengganti waktu tidur di kapal sedangkan Mei pamit ke sekolahan.

.

Pantai Maymol - Kabola - Alor

.

Hari pertama di Alor diajak Mei ke Pantai Maymol (Kabola) yang lokasinya hanya butuh waktu sekitar lima belas menit dari sekre dengan menggunakan sepeda motor, bisa juga ditempuh dengan oto. Tidak seperti di Kupang, disini mencari penyewaan sepeda motor lebih mudah *yang paling terkenal di Pak Gendut sebelah Bank BNI Kalabahi. Sama seperti oto di Kupang, oto disini juga full musik tetapi jika ingin menglilingi Alor sebaiknya sewa motor. Sewa motor dikenai tarif 50.000 per hari…

.

Pantai Maymol Kabola

.

Ngomongin soal kendaraan, kebanyakan motor di Alor tidak ada plat motornya, tidak ber-spion, dan tidak pakai helm pun tidak ditilang *kecuali kalau boncengan, yang depan paling tidak memakai helm. Dan di P. Alor hanya ada satu lampu lalu lintas (ada di alun – alun) tetapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya hehe… Dan jangan heran kalau di tengah jalan menemui pengendara yang mabuk dan menaruh motor menyilang (-__-“).

Disini orang minum biasa minum sopi (tuak) dan bir, bahkan kadang tamu disuguhi minuman sopi yang katanya harus diminum sebagai penghormatan. Menolak sopi dianggap tidak sopan dan menyinggung kebaikan mereka. Jadi bagi yang muslim, ketika menolaknya harus dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan biasanya sih mereka kecewa :D.

.

Pantai Moymol - Kabola

.

Pantai Moymol - alor

.

Balik lagi ke Pantai Maymol atau Moymol, rutenya dari kota Kalabahi ke timur pantainya masuk di wilayah Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola. Sewaktu kesana, ada tempat yang sedang dibangun. Semacam tempat makan dengan pemandangan langsung laut biru nan eksotik… Saya pun pindah ke sisi pantai yang banyak anak kecil sedang berenang, biasanya mereka sepulang sekolah berenang di pantai *semacam hiburan bagi anak – anak disini. Jika air surut, ada daratan dari batu dan pasir yang bisa kita lewati sampai ke tengah laut. Foto disitu pasti keren, sayangnya pas kesana air sudah naik v__v

.

Pantai Maymol - berenang

.

Pantai Maymol - salto

.

Pantai Maymol Alor - loncat berenang

.

Pantai Moymol Kabola

.

Puas menikmati pantai dan bermain dengan anak – anak, perjalanan berlanjut dengan berburu sunset. Mei tidak terlalu paham ternyata, akhirnya atas petunjuk penduduk setempat kami diarahkan ke Bukit Pemancar, Kalabahi. Dinamakan pemancar, karena di sekitar sana ada banyak pemaancar. Dari kota Kalabahi ke timur sampai Jembatan Hitam, setelah jembatan ada jalan ke kiri. Nah masuk saja, lalu ikuti jalan naik (patokannya pemancar yang paling atas). Dari Bukit Pemancar, viewnya ada Teluk Mutiara, gugusan kepulauan sekitar Alor, pemadangan lampu kota Kalabahi, dan tentu saja senja yang menawan 😀 *sebenarnya di Kalabahinya sendiri cerah, tapi di ujung entah pulau apa rupanya mendung, jadi sunsetnya kurang greget… tapi tetep kok buat saya, tidak ada yang sia – sia untuk menunggu senja…

.

Jelajah ke Alor

.

Teluk Mutiara - Kalabahi Alor

.

Sunset Bukit Pemancar - Alor

.

Sunset Bukit Pemancar - Kalabahi Alor

.

Penutup perjalanan, Mei mengajak kami menikmati makan malam di Pelabuhan Reklamasi, Kalabahi. Di sana terdapat banyak tempat makan, tentu saja harganya lebih terjangkau di kantong. Kalau mau yang mahal, ada satu tempat makan yang paling terkenal di Alor, namanya Resto Mama. Tempatnya memang paling bagus (untuk ukuran tempat makan di Alor hehe), lokasinya kalau dari kota Kalabahi menyusuri pesisir selatan ke arah Kadelang (Kalabahi), sebelum Pasar Kadelang kanan jalan. Kalau buat saya di Pelabuhan Reklamasi sudah cukup… Harga seafood disini tentu lebih murah dibandingkan dengan di Jawa. Jadi bisa puas – puasin makan ikan pokoknya… 😀

Pulang ke sekre sudah dalam perut kenyang dan capek, jadi saya pun langsung tertidur nyenyak 😀 siapin tenaga buat besok lagi…. \(^_^)/

2 Komentar


  • Mantap Olipe


    • thanks Jills 🙂

      Gak mendaki Slamet nih? Apa malah sudah?

Tinggalkan Balasan