#Part 5 : Menjelajah Desa Tanpa Sinyal Di Alor – Ternyata Menyimpan Banyak Pantai Menawan

Berbeda dengan kemarin, hari ini perjalanan menjelajah Alor beramai – ramai dengan beberapa teman dari SM-3T dan dua teman dari Solo yang juga sedang backpackeran ke Alor. Renacananya mau mengunjungi tempat ‘tugas’ Umi di Desa Alila. Perjalanan menuju Desa Alila sangat menyenangkan, karena sepanjang jalan disuguhi pemandangan pantai dan perbukitan asri.

.

Menuju desa alila - alor - ntt

.

Menuju desa alila alor - ntt

.

Ceritanya saya, Maria, Umi, dan temannya berangkat duluan ke desa. Dari awal langit sudah nampak mau hujan, benar saja… baru keluar dari Kalabahi sudah gerimis. Motor yang dikendarai Umi melaju kencang, beberapa kali sempat tertinggal karena saya belum kenal dengan medan. Jalanan naik turun, dan hujan makin deras. Umi yang di depan tiba – tiba berhenti menepi.

“Mau kirim pesan dulu tidak mbak?”, tanya Umi.

“Pesan buat siapa?”, tanya saya balik.

“Iya, buat siapa saja. Ini batas terakhir ada sinyal operator. Dari sini sampai desa nanti tidak ada sinyal lagi”, jelasnya.

“Wah, serius? Tapi listrik ada?”

“Ada mbak, tenang saja”, jawab Umi sambil menahan tawa.

Baiklah, saya sendiri tidak tahu harus mengirim pesan untuk siapa. Akhirnya saya mengirim SMS ke Mei, memberitahukan bahwa saya sudah berangkat, dan memasuki wilayah tanpa sinyal serta memintanya menyusul kalau sudah pulang dari SMK Kokar.

Umi kembali melajukan motor dengan kencang, saya sendiri tertinggal *seperti biasanya. Tiba – tiba Umi hilang dari pandangan, ternyata mereka berdua terjatuh dari motor karena selip. Beruntung tidak ada yang parah, hanya sedikit lecet dan shock. Tidak ingin ikut – ikutan selip, saya memilih minta bantuan salah satu warga untuk membawa motor melintasi jalanan bertanah yang licin. Kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat Umi yang sudah cukup dekat.

Tak lama kemudian menyusul Nia, Syiva, Inna, dan Manda… Sembari menunggu reda, dari tempat Umi melihat anak – anak yang sedang main sepak bola di bawah gerimis. Kami bahkan jadi tontonan mereka, Inna dan Manda yang memiliki wajah oriental memang sepintas mirip orang Korea hahaha… *yah semacam wajah Korea KW 12 gitu deh 😀

.

Pantai Batu Putih di Alor

.

Diantar oleh kenalan Umi, beriringan menuju Pantai Batu Putih yang tidak jauh lokasinya. Tepatnya berada di Desa Alila. Tempat inilah yang sempat bikin saya dan Maria memutuskan untuk merubah tiket pesawat yang seharusnya Belitung jadi Kupang (.__.)

 .

Pantai Batu Putih - Alila - Alor

.

Pantai Batu Putih - Alor - NTT

.

Sudah barang tentu dari nama pantainya kita bisa menebak, hamparan batu kecil di sepanjang pantai berwarna putih. Sayangnya hujan tadi menjadikan air di tepian pantai yang biasa bening serta perpaduan warna hijau toska dan biru menjadi sedikit coklat. Meski begitu, kami tetap seru – seruan menikmati pemandangan yang memang bikin malas  beranjak *sampai lupa kalau yang mengantar harus sholat jumat 😀

Pulang dari pantai makan siang terlebih dahulu di tempat Umi, lalu pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Pantai Deree. Di pantai ini jangan membayangkan bisa bermain air laut, soalnya di bibir pantai sudah ditanami mangrove semua. Tapi tetap saja keren buat saya, di tengah laut bisa kita lihat pohon kecil (mangrove) yang merupakan bagian dari Pulau Sika Kecil dan warna hijau toska laut yang menawan. Sama seperti Sika Besar yang bisa dilalui dengan menyebrangnya ketika air surut.

.

teman traveling - pantai deree di alor - ntt

 .

Pulau Sika Kecil - pantai Deree Alor

.

Di Pantai Deree kami mendirikan tenda yang semula niatnya buat camping selama explore Kupang dan Alor. Berhubung semua orang menyuruh jangan camping akhirnya tenda dibawa ketika menjelajah saja untuk beristirahat (baca: buat berfoto ria)… *next time kalau ke NTT harus camping pokoknya >__<

 .

teman perjalanan - pantai deree - alor -

.

camping di pantai deree - alor

.

Pantai Deree - Alor - NTT

.

Pantai Deree - Alor - Nusa Tenggara Timur

.

Pantai Deree di Alor - explore ntt

.

Pantai Deree.

Menuju ke arah Kalabahi, kami kembali ke Pantai Maymol atau Moymol yang memang searah jalan pulang *lebih tepatnya nganterin Inna dan Manda yang belum pernah kesana sih :D. Kali ini Inna ikutan berenang dengan anak – anak yang kemarin juga saya, Maria, dan Mei temui. Bahkan ada yang sedang memancing mendapatkan beberapa cumi juga gurita. Ikan – ikan tersebut akhirnya diborong semua untuk dimasak di sekre.

.

Pantai Moymol - Kabola - Alor - NTT

.

Me & Maria - Pantai Maymol - Alor

.

Hujan datang lagi, kami pun memilih kembali ke sekre. Saya sudah membayangkan kelezatan makan ikan yang tadi dibeli dimasak oleh teman saya, Mei. Dia memang jago masak… Nyuuumm…

.

.

Thanks to semua wajah yang muncul di foto (di atas) untuk petualangan serunya…. 😀

Tinggalkan Balasan