#Part 6 : Situs Al Qur’an Tertua Dan Pulau Kepa

Pagi ini berangkat dari Kalabahi menuju Kokar, berhubung sudah beberapa hari sekre tidak mengalir airnya. Saya dan Maria mengungsi ke tempat Mei yang selalu tersedia air. Lama – lama tidak betah juga kalau tidak mandi :D. Mei dan Murni langsung menuju ke SMK Kokar meninggalkan kami berdua di rumah.

Hari terpanjang selama ada di Alor. Menunggu Mei dan Murni pulang dari sekolah itu rasanya… iseng kami memutuskan mencoba menyusul ke sekolah. Di Jawa biasanya pembagian raport itu sebentar, tapi tidak demikian dengan di sini. Selain ada acara pidato panjang kali lebar, ada pembagian uang siswa, pembagian raport, diakhiri makan – makan dan minum sopi (tuak) juga obrolan tak berujung.

.

SMK Kokar

.

Tidak betah menunggu lama, akhirnya kami pilih kembali. Di jalan arah pulang, kami melewati dermaga. Sembari mengambil beberapa foto, bertemu beberapa anak yang bermain di dermaga. Mereka rupanya baru pulang menerima raport.

.

Pelabuhan Kokar

.

Kesulitan mencari tempat makan di sekitar pertokoan dan dermaga, akhirnya hanya membeli minuman saja. Deretan pantai (entah pantai apa) dengan beberapa pohon rindang kami pilih untuk beristirahat. Serius ini pantai bikin mengantuk… Saya mengajak Maria kembali ke rumah.

.

Pelabuhan Kokar, Alor

.

Sedikit menyesal karena perlengkapan memasak kami tinggal di sekre. Sedang rumah yang ditempati Mei kehabisan minyak. Terpaksa memasak mie dengan magicom, dan merebus ubi yang kebetulan ‘nemu’ di dapur. Dan Mei belum juga pulang sudah lewat jam satu siang…. Eerrrr… Mereka akhirnya baru pulang jam dua siang. Gilak banget tuh… >__<

Sebelum terlalu sore, Mei dan Murni mengajak saya juga Maria untuk berkunjung ke salah satu kawan gurunya Ibu Nur. Kebetulan rumahnya dekat dengan dermaga penyebrangan ke Pulau Kepa. Banyak orang mengatakan kalau Pulau Kepa adalah pulau terbagus. Perjalanan menuju rumah kenalan Mei yang ada di Alor Kecil terrnyata melewati Situs Al Qur’an Tertua, lokasinya berada di Desa Alor Besar. Kecamatan Alor Barat Laut (Patokannya Masjid Jami Babussholah, lalu masuk gang di depan masjidnya sekitar 15 meter). Mumpung terlewati, kami akhirnya singgah sebentar…

.

Masjid Jami - menuju situs Al Quran tertua di Indonesia - Alor

.

Al Quran tertua di Alor

.

Al Quran tertua di Asia ada di Alor Besar

.

Al – Qur’an tersebut sekarang disimpan oleh generasi ke-13 keturunan Iang Gogo. Kami pun sempat dijelaskan secara ringkas mengenai sejarah Al – Qur’an tersebut. Info lebih jelasnya bisa klik disini.

.

Bunga Desember sepanjang jalan di Desa Alor Kecil

.

Perjalanan menuju kawan guru Mei pun kami lanjutkan. Sampai rumah Ibu Nur kami langsung diajak untuk menyebrang ke Pulau Kepa. Biaya menyebrang PP per orang adalah IDR 20.000, asal pintar nego biasanya masih bisa turun lagi. Perahu kelotok yang dipakai sangat kecil, dan tanpa pelampung. Sudah barang tentu saya tak berkutik. Meski penyebrangan sekitar limabelas menit, tapi tetap saja… ngeri hehe…

.

Menuju Pulau Kepa

.

penduduk pulau kepa

.

salah satu pantai di pulau kepa

.

Ibu Nur menjelaskan kalau di pulau tersebut ada warga asing dari Perancis yang menyewa lahan untuk tinggal. Dan rupanya tempat tinggalnya tersebut bukan main – main. Lahan yang disewa dibuatkan cottage yang dilengkapi dengan fasilitas. Tempat tersebut dinamakan Cottage La Petite Kepa. Terkadang banyak turis atau artis yang tinggal disana pada musim tertentu. Hmm, pintar juga ini bule… sewa terus disewakan kembali 😀

.

cottage

.

Sewaktu melewati tempat tinggal si bule, sepertinya sepi, dan kata Ibu Nur mungkin sedang pulang ke negara asalnya untuk liburan natal. Bangunannya terpisah dengan cottage yang disewakan. Beberapa penduduk setempat juga dijadikan karyawan untuk menjaga dan memelihara cottage. Di Pulau Kepa tidak ada listrik, jadi disini memakai tenaga surya semua *keren gak siiih

.

sumber listrik di pulau kepa

.

Melintasi cottage, Ibu Nur mengajak kami menjelajah ke sisi belakang Pulau Kepa. Beberapa orang menganggap tempat tersebut tidak boleh dilewati. Lucunya, Ibu Nur sedikit lupa jalannya, akhirnya malah mengandalkan dua anaknya yang masih kecil sebagai guide karena keduanya terbiasa bermain di Pulau Kepa hehe…

.

guide kecil ke pulau kepa

.

backpacker ke pulau kepa - alor

.

Benar juga, di bagian belakang ada pantai yang bagus. Banyak spot menarik untuk diambil, meski sedikit gigit jari karena sudah terlalu sore dan mendung bikin hasil jepretan kurang greget.

.

pulau kepa - alor

.

pantai di pulau kepa

.

piknik ke pulau kepa

.

travelling ke pulau kepa

.

traveling ke pulau kepa - alor

.

pulau kepa, alor

.

Di tempat menambatkan perahu kelotok, terdapat cottage baru yang belum dioperasikan. Bangunannya lebih bagus dan infonya pemiliknya penduduk asli (Alor). Tidak mau menyia – nyiakan kesempatan buat berfoto disana 😀

.

cottage di pulau kepa - alor

.

cottage baru - pulau kepa

.

cottage baru di pulau alor

.

Sayang… hari cepat sekali berlalu, kami harus kembali ke Kokar dan mempersiapkan untuk kegiatan besok di Pantai Sebanjar 🙂

.

.

Thanks buat Ibu Nur di Alor Kecil untuk keramah-tamahannya, juga sudah mengajak kami ke Pulau Kepa (^_^)

2 Komentar


  • daripada dimanjakan oleh tulisan, foto-fotonya itu yang bikin seger mata. kelihatan sejuk, apa ga panas disana?


    • Hehe… ya panaslah tp ada yg rindang siiih.

Tinggalkan Balasan