Gayatri Rajapatni : Bung Kepala Plontos

Dear Gayatri Rajapatni,

.

Apa kabarnya kamu? Lama tidak menyapa bukan berarti tak rindu… karena sebuah pertemuan itu barangkali hanyalah khayalan semu. Aku kasih tahu soal pertemuan yang bukan semacam itu…

Mari kita bawa ingatan soal pertemuan dengan kopi. Dulu bertiga menikmati kopi racikan cafe yang ada di depan GOR (sekarang ini sudah berubah nama). Pertemuan dengan Bung Kepala Plontos ini hanya dikarenakan baca soal kopi di blog lama. Ingat tidak, pesanan cappucino yang rasanya kurang oke lalu akhirnya diganti sama baristanya dengan ‘takaran’ yang seharusnya (^_^). Berjam – jam membahas kopi dan soal ini itu… Dan Bung Kepala Plontos yang mengaku mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Purwokerto ini ragu sewaktu mau kasih tahu nama yang sebenarnya. Nama yang terlalu anehkah? *ingatan soal itu hilang*

Pertemuan kemarin lagi – lagi terbantukan karena blog. Bung Kepala Plontos itu yang dulu menghilang atau malah tertelan dengan kesibukan mahasiswa (?) penasaran dengan tempat ngopi yang ada di blog. Sebenarnya, satu – satunya alasan kenapa menemuinya itu karena memang ‘penat di rumah sakit’. Apalagi gegara episode #waniperih yang susah hilang… 

Sepanjang jalan sempat berfikir, jangan – jangan Bung Kepala Plontos sudah tidak ‘plontos’ lagi. Itu masalah serius. Karena kamu pasti tahu keterbatasanku soal mengingat orang. Dan ternyata masih ‘plontos’ :D. Sedikit bernostalgila soal pertemuan dulu. Dan tentu saja soal kopi, buku, dan kuliah. Waktu pertemuan sama – sama terbatas, aku harus kembali ke ‘rumah menuju sehat’…

.

menu - praketa kopi

.

Sengaja ceritaku setengah – setengah, cerita terbaik hanya bagus didengarkan langsung. Ah, lagi – lagi aku melantur, itu semu… 

Gayatri, dimanapun kamu berada… 

Jaga diri kamu baik – baik,… Ada hujan di luar sana. Boleh merapalkan mantra – mantra yang sama?

Tinggalkan Balasan