Jalan Bareng Komunitas Agya – Mengenal Kesenian Gandalia

Siapa bilang jika komunitas otomotif hanya berkutat diseputar kendaraan dan kesenangan hobi belaka? Ada banyak hal positif yang bisa dilakukan, seperti agenda rutin Toyota Agya Community (TAC) Chapter Ngapak – R. Dimana setiap bulannya melakukan kegiatan sosial dengan dana yang dihimpun dari para anggota TAC. Chapter Ngapak – R sendiri anggotanya tersebar di Wilayah Banyumas, Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Selain kegiatan sosial, kegiatan untuk mengenal budaya daerah Banyumas tentu tak kalah penting dan menarik untuk diikuti. Adalah Nasmoco Purwokerto yang kembali menggelar acara “Jalan Bareng Agya” bersama Komunitas Toyota Agya Club dan mengikutsertakan Blogger Banyumas, kegiatan tersebut dilangsungkan pada hari Sabtu sore (20/2) hingga selesai.

.

SAMSUNG CSC

.

Branch Manager Nasmoco Purwokerto, Raymond A. SE. MM mengatakan, selain bentuk apresiasi kepada pelanggan setia Toyota yang tergabung dalam komunitas otomotif, Nasmoco juga memberi dukungan untuk hal-hal positif yang kerap diselenggarakan komunitas otomotif di Kota Satria itu.

Seluruh peserta berkumpul di Nasmoco Purwokerto yang ada di Jalan Gerilya, lalu memulai konvoi menuju Desa Tambaknegara Rawalo via Gunung Tugel dan Notog. Track yang dipilih disesuikan dengan Agya sebagai mobil LCGC yang ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Suasana alami pedesaan juga hijaunya pemandangan sepanjang jalan sangat dinikmati oleh seluruh peserta hingga tak terasa sampai di lokasi tujuan.

.

toyota agya club ngapak r

.

SAMSUNG CSC

.

Melihat kesenian Gandalia langsung yang berada di Dusun Kalitanjung, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas menjadi puncak acara “Jalan Bareng Agya”. Pada mulanya seni Gandalia ini dilakukan oleh penduduk asli dusun Kalitanjung (sekitar tahun 1925). Hal tersebut adalah sebagai bentuk kegiatan dalam mengisi waktu luang diladang serta sekaligus sebagai kegiatan pengusir atau menjauhkan dari gangguan binatang seperti babi hutan ataupun binatang perusak tanaman lainnya.

.

SAMSUNG CSC

.

Alat musik Gandalia dengan bahan dasar bambu hampir mirip dengan Angklung akan tetapi Gandalia berisi empat nada dengan nada gamelan Slendro. Gandalia berasal dari kata Gandal / Gandol dan Lia yang artinya Men Ora Diigondong Neng Lia hasil kebunnya oleh hama perusak terutama babi hutan. Seiring perkembangan jaman seni tradisi Gandalia dalam penyajiannya seringkali dikolaborasikan dengan Calung. Bagi para seniman umumnya Gandalia memiliki tingkatan kesulitan dalam memainkannya sehingga sangat jarang orang yang dapat mengusai permainan alat musik tersebut. Ini terbukti hingga sampai sekarang hanya ada empat orang yang bisa memainkan alat musik Gandalia yang usianya sudah di atas 80 tahun.

.

nasi ambeng

.

Selain melihat sajian musik dan tarian, juga diperkenalkan menikmati langsung Nasi Ambeng. Nasi Ambeng disajikan dalam peti anyaman, di dalamnya terdapat nasi, ayam goreng, kluban atau urap, srundeng, tahu goreng, tempe goreng, peyek, dan sambal. Tak lupa daun pincuk sebagai pengganti piring untuk menyantap.  Saya sendiri baru pernah melihat dan menyantapnya. Suasana kekeluargaan sangat terasa…

Pada penutup acara tak lupa untuk berfoto di depan sanggar seni Gandalia.

.

komunitas agya chapter ngapak r dan pegiat kesenian gandalia

.

blogger bnyumas dan pegian kesenian gandalia

2 Komentar


  • baru denger saya ada seni agya, memang kaya indonesiaa ini


    • Seni agya? Atau Gandalia yg dimaksud?
      🙂

Tinggalkan Balasan