Menjelajah Curug Gede Kotayasa – Sumbang

Berbicara mengenai nama curug atau air terjun, seringkali menjumpai nama yang sama meski lokasinya berbeda. Tahun lalu, sewaktu lagi semangat – semangatnya menjelajah curug yang ada di Banyumas, mendapati ada 4 Curug Pengantin dan semuanya berada di wilayah Kabupaten Banyumas. Jika menyebut nama Curug Gede, barangkali kebanyakan orang malah mengingat air terjun atau curug yang keberadaannya selama ini sudah dikenal di Desa Ketenger, Baturraden. Nah kali ini saya perkenalkan Curug Gede yang ada di Desa Kotayasa, Sumbang… 😀

.

curug gede di kotayasa sumbang

.

Sungai Pelus terbukti menjadi sungai yang memiliki dua sisi sekaligus, mempesona dan mematikan. Kenapa bisa begitu? Beberapa air terjun atau curug yang berasal dari aliran Sungai Pelus memang menarik untuk dijelajah. Dari beberapa yang sudah saya datangi antara lain : entah curug apa namanya lokasinya di atas Curug Moprok, Curug Moprok, Curug Telu, Curug Gede, Curug Grenjang, dan Curug Carang. Itu baru yang saya tahu, bisa jadi kalau mau menyusur aliran sungainya dari hulu ke hilir masih terdapat banyak curug. Sisi lainnya, Sungai Pelus sering juga dikenal memakan korban 🙁 *tahu kan maksud saya…

Balik lagi ke Curug Gede. Ancer – ancer menuju lokasi ; dari Purwokerto ambil jalur utara ke Baturraden, belok kanan sebelum gerbang Mandala Wisata (arah Karang Salam), ada pertigaan SD belok kanan (yang arah Karang Salam / Kotayasa), ada pertigaan ambil lurus yang ke Kotayasa (kalau ke kiri ke Curug Telu Karang Salam), setelah lewat lapangan dan SD 4 Kotayasa nanti 100 meter ada pertigaan kecil (ada plang Damar Payung), belok kiri dan ikuti jalan sekitar 400 meter nanti ada tempat parkir seperti foto di bawah ini…

.

Damar Payung - Curug Gede Kotayasa

.

Kalau yang dari Dukuh Waluh atau Purbalingga, cari saja jalan yang menuju arah Sumbang, sampai perempatan tugu ambil kiri (arah Kotayasa), sampai Pasar Kotayasa ambil kiri lagi sampai sekitar 2 KM ada plang menuju Damar Payung. Saya sarankan, setelah melewati pasar dan ketemu pertigaan yang ada plang ke Limpakuwus berhenti dan bertanya pada penduduk setempat bila merasa bingung, pertigaan Damar Payung tak jauh dari pertigaan menuju Limpakuwus.

Dari parkiran jalan kaki kurang lebih 30 menit melewati sawah. Ada apa saja di Damar Payung? Yang jelas buat yang suka air, renang, atau mau latihan snorkling dan diving tempat ini cocok… Disini dalam satu lokasi ada ; Kedung Ila, Kedung Sapi, Kedung Watang, Goa Delik, dan Curug Gede di bagian utara paling ujung. Kalau dulu ke Kedung Ila masih sepi, sekarang pengunjungnya lumayan ramai terutama akhir pekan dan hari libur. Selain itu sudah ada warga setempat yang membuka warung, beberapa tempat untuk berteduh, dan pembenahan di sekitar Kedung Sapi.

.

kedung ila - kotayasa - curug gede

.

kedung ila - kotayasa

.

kedung sapi - kotayasa - curug gede

.

Berhubung sering ke Kedung Ila dan Kedung Sapi buat lihat orang mandi *eh… perjalanan langsung saya teruskan ke Curug Gede. Untuk menuju kesana, dari lokasi warung di Kedung Ila berjalan melewati pinggiran Sungai Pelus dan ladang sekitar 20 menit (jalan santai dan banyak berhenti). Bila sudah sampai di Goa Delik, turun lalu naik bebatuan dan jalan kecil (harus sedikit jeli karena memang belum dibuatkan jalan).

.

menuju curug gede kotayasa

.

menuju curug gede - kotayasa

.

goa delik - kotayasa - curug gede

.

Akhirnya sampai juga di Curug Gede 🙂

.

curug gede - kotayasa - sumbang

.

curug gede - sumbang

.

Kesampaian juga sekedar buat minum kopi di curug. Berada di lokasi hanya sekitar 30 menit lalu pulang, ternyata memang belum bisa lama buat memandang curug karena masih ada rasa takut (>__<)

.

curug gede kotayasa sumbang

.

curug gede sumbang

.

Curug Gede yang berada di Desa Kotayasa ini memang jauh berbeda dengan Curug Gede di Desa Ketenger. Buat yang ingin ke curug ini, saya sarankan berangkat pagi karena tidak ada tempat berteduh. Di atas jam 10.00 sudah menyengat hehe… Curug di aliran Sungai Pelus yang paling keren menurut versi saya masih Curug Telu, Curug Moprok (Pelangi), dan Curug Carang… 🙂

Take nothing but picture, leave nothing but footprints, kill nothing but time and bring back your own trash… 

4 Komentar


  • Lain waktu explor sama saya ka.
    5B75D816


  • Wah masih ada trauma ya Mbak 🙁

    Tapi memang, saya sendiri kalau main ke air terjun, misalnya Madakaripura, itu juga ada was was kalau tiba-tiba air bah datang, longsor 🙁

    Tapi Mbak, kapan-kapan boleh ya minta tolong ditemenin eksplor curug di Banyumasan 🙂


    • Iya nih pakde… masih sedikit gimana gt pas kemarin nyoba ke curug. Ndak berani liat lama (-__-“)
      boleh2… kabari saja pakde klo mo ke Pwt

Tinggalkan Balasan