Cerita Perjalanan Ke Jombang ; Dari Gus Dur Hingga Jamaah Maiyah (Part 1)

Menuju kota BERIMAN – Jombang bukannya tanpa alasan. Seperti yang sudah – sudah, bersilaturahmi ke rumah teman – teman tentunya menjadi tujuan utama saya. Kota Jombang mengingatkan saya pada sosok Gus Dur dan juga pesantren yang ada di sana. Pernah membaca di salah satu media sosial mengenai nasehat Gus Dur, saya ingin menuliskannya di sini…

Bila engkau anggap solat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
Bila kau anggap solat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya ALLOH SWT saat kau mengerjakannya..
Anggaplah solat itu pertemuan yang kau nanti dengan TUHAN mu.
Anggaplah solat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan ALLOH SWT.
Anggaplah solat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan ALLOH SWT.
Anggaplah solat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.
Bayangkan ketika “azan berkumandang”, tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat dengan-Nya.
Bayangkan ketika kau” takbir”, ALLOH SWT melihatmu, ALLOH senyum untukmu dan ALLOH bangga terhadapmu.
Bayangkanlah ketika “rukuk”, ALLOH menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakan damai dalam sentuhan-Nya.
Bayangkan ketika “sujud”, ALLOH mengelus kepalamu. Lalu Dia berbisik lembut di kedua telingamu: “Aku Mencintaimu hambaKu”.
Bayangkan ketika kau “duduk di antara dua sujud”, ALLOH berdiri gagah di depanmu, lalu mengatakan : “Aku tak akan diam apabila ada yang mengusikmu”.

Bayangkan ketika kau memberi “salam”, Allah menjawabnya, lalu kau seperti manusia berhati bersih setelah itu…
Insyaalloh…..

Seperti sosok beliau yang penuh kesederhanaan, nasehat sederhana namun sangat mengena…

Perjalanan kereta Logawa selama 8,5 jam yang cukup lama akhirnya bisa saya lalui dengan mudah. Diisi dengan tidur – makan – tidur – kirim pesan – tidur – makan – kirim pesan rupanya mampu mengalihkan waktu. Disambut oleh Den Hasan di stasiun (rada aneh memang, yang menyambut saya ternyata juga tamu yang sedang main ke Jombang), lalu singgah ke Rumah Baca Gang Masjid (RBGM) yang lokasinya di samping Masjid Agung *depan stasiun itu alun – alun dan Masjid Agung

Di RBGM milik Mas Lukman ini menempati sebuah rumah, luas (kalau dibandingkan dengan Kudi) dan lengkap (ada dapur dan KM), sayangnya Mas Lukman tidak ada, hanya ada Den Hasan, Ana, Pinut, dan Indah Banget (ealah… saya lupa namanya siapa, tapi dipanggilnya Indah Banget). Langsung dipaksa makan siang dan tidak saya tolak soalnya serius lapar hehe… pilihannya gado – gado atau tahu kupat ala Jombang. Tentu saja saya pilih yang kedua…

.

kuliner jombang

.

Selesai makan, Pinut kasih saya pilihan lagi ; mau langsung diantar ke Kang Babrak (Griya Baca Abukus) atau ikut mereka ke acara Maiyahnya Cak Nun di Desa Mentoro. Lagi – lagi saya memilih yang kedua… ini semacam perjalanan bonus karena malam itu acara lebih spesial dalam rangka miladnya Cak Nun. Selain belum pernah datang ke Maiyahan, saya mau lihat langsung Letto *lho..? haha… Sebelum Maiyahan, ada acara dongeng anak bareng Den Hasan untuk anak – anak setempat…

.

dongeng den hasan

.

Selesai acara dongeng, Pinut menghubungi buat makan malam, serunya itu… rupanya makanan yang disediakan itu gratis buat Jamaah Maiyah yang datang dari berbagi kota itu. Dan yang datang memang luar biasa banyak, saya pun baru tahu kalau acara semacam itu biasanya sampai pagi menjelang subuh dan mereka pun selalu mengikuti sampai selesai :O

Dengan cueknya saya, Den Hasan, Ana, Indah Banget duduk di barisan depan. Awalnya Pinut menolak gabung, ternyata habis itu dia langsung ngusel – ngusel duduk di samping saya. Sebagai pembuka, ada puisi dari Jamaah Maiyah yang datang dari Ungaran, Pekalongan, dan SMK setempat. Lalu ada pertunjukan luar biasa keren dari Komunitas Lima Gunung, sekitar 30an orang lebih bergantian menampilkan seni ; ritual Andha Kencana Jawa Dwipa, tari jaranan, wayang kulit, wayang kulit wong urip, sampai tarian Gladiator Gunung yang juga mengajak pengunjung untuk ikut berpartisipasi dengan membunyikan alat yang dibagi *sayangnya, kamera saya tinggal di tas, jadi dokumentasi seadanya… (-__-“)

.

komunitas 5 gunung

.

Sebelum pertunjukan dari Komunitas Lima Gunung, saya sempat merinding soalnya biasanya tidak bisa mencium aroma tiba – tiba tercium wangi bunga dan kemenyan. Rupanya memang itu ciri khas mereka, selain itu juga ada orang memakai kostum yang lagi – lagi bikin saya kaget (baca : takut).

.

komunitas lima gunung

.

komunitas lima gunung - wayang wong

.

Selepas pertunjukan tersebut saya langsung kepoin komunitasnya, dan makin penasaran ingin melihat langsung ke Festival Lima Gunung yang diadakan setiap tahun. Tiba – tiba Jamaah Maiyah langsung menyerbu ke depan, kita berlima berbengong – bengong, antara mau maju atau diam di tempat. Akhirnya memilih tetap berada di tempat semula, dan rupanya Letto mau tampil *yah nyesel deh ndak jadi ke depan huhu…. Tidak seperti penonton pada umumnya yang melihat tontonan musik (contohnya sewaktu ada acara dari salah satu tv swasta di alun – alun Purwokerto), semuanya duduk tertib meski gerimis lho…

Beberapa lagu dibawakan oleh Letto, lalu Kiai Kanjeng pun tampil memukau… Melihat jam tidak terasa sudah pukul satu dini hari, jangan ditanya bagimana rupa kami yang menahan kaki sakit karena duduk bersila berjam – jam. Saya sendiri merasakan kombinasi kantuk luar biasa dan kaki pegal karena selalu ditekuk, tapi ogah beranjak… Kalau Jamaah Maiyah lainnya sudah sedia minuman atau makanan bahkan kopi, nah kita tak ada satu pun yang bawa 😀 *saya selipin buat tidur di antara kerumunan penonton dengan cuek tentunya…

Hampir jam dua pagi ketika Pinut menyarankan saya untuk ikut lainnya pulang ke rumah Kang Babrak (Griya Baca Abukus) yang ada di Bangunrejo, lumayan jauh dari Mentoro. Pinut sendiri tidak mau beranjak dari tempatnya, masih betah duduk bersila sampai pagi. Akhirnya berempat pulang, dan Kang Babrak rupanya masih melakukan persiapan untuk acara besok *totalitas banget ya

Saya melanjutkan mimpi saya di bawah rak buku, di kelilingi buku dimana – mana… 🙂

.

.

bersambung… 

Tinggalkan Balasan