Perjalanan Panjang Ke Ranu Pane Demi Segelas Kopi Tubruk Pawon Tengger

Menuliskan judulnya saja masih berefek senyum – senyum sendiri sembari mengingat perjalanan kemarin. Banyak yang bertanya, ke Jombang, Nganjuk, dan Malang ngapain? Saya lebih memiih menjawabnya ; perjalanan silaturahmi, biar tidak banyak pertanyaan lainnya. Dan nyatanya memang demikian, singgah dari taman baca yang satu ke taman baca lainnya. Kalaupun diselipin ‘piknik’, ah itu sekedar bonus… biar ceritanya makin komplit dan spesial 🙂

Kenapa saya memilih menuliskan soal kopi ini dulu? bukan dari pertama berangkat dari rumah ke Jawa Timur? Entahlah, yang jelas saya kok rindu ngopi yah…

Awalnya, kunjungan ke Jawa Timur ini bakal diselingi dengan camping ke Ranu Kumbolo, karena sesuatu hal dan waktu yang tidak cukup akhirnya dibatalkan. Lalu ada pula usulan ke Pulau Sempu mumpung melakukan kunjungan ke Malang. Itu pun lagi – lagi dicoret, tidak ada alasan khusus kecuali tiba – tiba Kang Babrak ngusulin untuk ngopi ke Ranu Pane selepas dari rumah Mbak Lucia. Ah, susah menolak kalau sesuatu yang berhubungan dengan kopi 🙂

.

nia - saya di rest area

.

rest area menuju ranu pane

.

Berangkat berempat (Kang Babrak, Mas Rony, Nia, dan saya), sedangkan Pinut dan temannya (duh lupa namanya) memilih pulang ke Jombang dulu karena ada acara kemah dengan anak SD. Tadinya saya ayem karena Kang Babrak sudah tahu jalan menuju Ranu Pane, ternyata selain mengandalkan Google Maps juga mengandalkan GPS (Gerakkan Penduduk Setempat) hahaha… Kalau soal nyasar jangan ditanya yah 😀 *sudah pasti sempat salah jalan

Pemandangannya serius bikin terlena, sedikit gimana gitu soalnya malah justru mengingatkan soal camping di Ranu Kumbolo yang tidak jadi, padahal jelas – jelas ke Ranu Pane. Soal jalan menanjak dan menikung sudah barang tentu bikin deg – deg serr… berharap semesta mendukung perjalanan kami hingga nanti pulang ke Jombang.

.

menuju ranu pane

.
nature

.

Sampai di Ranu Pane (depan lapangan parkir untuk pendakian), persis di sudut ada Kedai namanya Pawon Tengger. Pertama melihat langsung penasaran, saya pun mencolek Kang Babrak yang lagi mencari tempat buat istirahat sekalian minum kopi. Rupanya kedai ini baru buka awal Mei 2016, pemiliknya Mas Andi Gondrong. Benar saja di dalam ada kopi asli meski sudah dalam bentuk halus (sudah digrinder). Di Pawon Tengger ada tiga kopi lokal ; Kopi Sidomukti, Kopi Sidomulyo, dan Kopi Dampit. Penyajiannya cukup dengan tubruk. Demi rasa penasaran, ketiga kopi tersebut pun dicoba, plus satu Kopi Dampit yang diberi susu.

.

kopi

.

kopi susu

.

Tidak hanya kopi, di Kedai Pawon Tengger ini juga menyediakan minuman lain dan menu makanan. Lokasinya strategis bagi para pendaki yang hendak ke Gunung Semeru, selain tempatnya nyaman harga menunya pun sangat terjangkau. Ada juga KM bersih dan tempat untuk isi ulang HP.. Kang Babrak dan Mas Roni serius menyimak soal kopi, saya dan Nia memilih asik motret hehe…

.

kedai pawon tengger

.

diskusi kopi

.

me - nia (ngopi dulu)

..

me - nia ngopi

.

Sempatin berfoto di Ranu Regulo yang tak jauh dari kedai…

.

ranu regulo - lumajang

.

ranu regulo - ranu pane

.

Beberapa teman sempat mengira saya naik ke Semeru, padahal seriusan hanya untuk menikmati segelas kopi 😀 luwaarrrr biasyaaahhh… kembali ke Jombang, sampai rumah Kang Babrak pun sudah malam. Saya tidak bisa langsung leyeh – leyeh karena harus melanjutkan perjalanan ke Jombang kota… Mencoba tidak mendengarkan ajakan Kang Babrak yang hendak ngopi ke Pawon Tengger dan naik ke Semeru selepas lebaran besok…

.

.

Dokumentasi : Nia & Olipe… Suwun buat Kang Babrak, Mas Rony, dan Nia. Ingat ya, jangan kebut – kebutan kalau naik motor (-__-“)

3 Komentar


  • Dan minggu kemarin, saya dan teman-teman juga ngopi di Pawon Tengger, hahahaha. Awalnya pengen ke air terjun di Ampelgading, tapi mendadak geser lokasi ke Ranu Pani, kangen suasananya 😀


    • huehehe ak baru sekali kesana pakde huhuhu…
      yah ngeri-ngeri gimana gitu sama jalane 🙁
      tp asik sih dan bikin nagih buat kesana lagi….


      • Iya sih, memang jalannya ya begitu itu, bikin melek dan fokus, jangan sampai terlena sama keindahan pemandangannya 😀

Tinggalkan Balasan