Pagi Kopi Imajinasi…

kopi filter

.

Pagi ini lumayan mendung, dengan sedikit rasa kantuk memaksa turun dari kursi malas di rumah menuju perpustakaan. Salah sendiri, semalam dengan rakus membaca buku Dilan 1-2 dan Milea sekaligus dalam tempo hampir tujuh jam.

Sudah lama rasanya tidak menulis, beberapa bulan terakhir blog bermasalah karena tidak bisa diakses. Lalu merembet kehilangan minat untuk menulis meski di kepala terasa banyak tulisan yang ingin diselesaikan. Iya, ada banyak sekali tulisan dari mulai cafe atau tempat wisata dan kegiatan lainnya yang tertunda karena blog error. Dan rasa kantuk pagi ini di ruang rapat perpusda rasanya perlu dialihkan. Dan beginilah… saya menulis sembari telingan kiri menyimak materi …

Lantai dua perpusda… saya jadi ingat ketika beberapa hari lalu mendapat email dari Yogya. Diingatkan tentang kabar pohon di belakang perpusda, dilihat dari lantai dua ruang baca yang ada di sebelah ruang saya sekarang. Pohonnya masih sama, yang sisi timur (pohon rambutan) sedikit berkurang daunnya… hari ini suasana lebih sendu, entah karena langit mendung atau karena efek membaca buku karya Pidi Baiq semalam 🙁

Saya butuh kopi. Serius!

Dan pagi ini hanya bisa berimajinasi tentang kopi yang ingin saya minum tersebut. Tempat kopi langganan saya yang ada di daerah kampus. Saya pun berimajinasi, saya minum kopi tidak sendirian. Tapi ada teman ngopi yang bisa saya culik dan ajak diskusi tentang apa saja, termasuk soal kemacetan jalan tol yang diaktifkan sewaktu lebaran kemarin atau soal inflasi tinggi di Purwokerto selama ramadhan, dan banyak hal lainnya… Teman diskusi yang kadang karena sama-sama keras kepalanya sering bersitegang, kekeh dengan pendapatnya masing-masing.

Kopi imajinasi kali ini sungguh membantu… selamat pagi teman ngopi…

Tinggalkan Balasan