Plesir Maring Banjarnegara : Explore Dieng Yuk…

Hari Ke-3, Landscape Dieng Dari Bukit Scotter Dan Keliling Dieng.

Bbrrr…. udara dingin Dieng menembus jeket (padahal ini sudah dua lapis lho…), selepas subuh peserta famtrip yang rencananya diajak melihat sunrise dari Pangonan karena semalaman hujan akhirnya dipindah ke Bukit Scotter yang lebih aman dan mudah. Bukit Scotter ini berada tak jauh dari pusat Kota Dieng. Kami berjalan dari Bank BRI ke arah perbukitan di belakangnya (ancer-ancernya pokoknya terlihat menara dari bambu).

Jika ditempuh dengan sepeda motor sebenarnya hanya butuh jalan kaki sebentar, sedangkan kalau dari jalan utama butuh sekitar 15 menit saja. Tarif tiket untuk ke bukit ini hanya RP 5000 per orang. Dan dua kali ke sini, selalu tidak ada yang berjaga di loket hehe… Sebenarnya kalau dari bukit ini sunrise hanya terlihat semburatnya saja, lebih cocok untuk melihat landscape Dieng dari atas atau melihat pemandangan Dieng malam hari seperti yang saya lakukan bulan Agustus kemarin.

.

dieng - dari bukit scotter

.

landscape dieng dari bukit scotter

.

Di Bukit Scotter kami tidak terlalu lama, hari ini sebagian langit mendung dan berawan. Kembali ke penginapan D’Qiano untuk sarapan dan mencoba main air sepuasnya di mini water boom dan kolam renang air hangatnya πŸ˜€

.

D'Qiano water park

.

water boom di D'qiano banjarnegara

.

peserta termuda famtrip ke dieng

.

Sayang tidak bisa berlama-lama di D’Qiano Hot Spring Water Park karena masih ada beberapa tempat wisata yang harus kami datangi, diantaranya ; Museum Kaliasa, Kawah Sikidang, dan Komplek Candi Arjuna.

Museum Kaliasa berada di seberang Candi Gatutkaca, berisi tentang informasi peradaban masyarakat Dieng, koleksi purbakala, serta etnografi yang dilengkapi audio visual. Peserta famtrip juga berkesempatan menyaksikan film berdurasi sekitar 20 menit yang berisi tentang sejarah Dieng. Semua koleksi benda purbakala ditemukan di sekitar kompleks candi-candi di Dieng Plateau dan sekitarnya.

.

museum kailasa

.

museum kailasa- pubakala

.

Kawah Sikidang menjadi tujuan selanjutnya. Kawah ini memiliki karakter unik yang bisa berpindah-pindah tempat layaknya seekor kijang, itulah kenapa kawah ini dinamakan dengan Kawah Sikidang. Lokasinya juga tak jauh dengan Kompleks Candi Arjuna dan Museum Kailasa. Untuk menuju kawah, dari parkiran kita hanya butuh berjalan sekitar lima menit. Pengunjung sebaiknya menggunakan masker karena adanya bau belerang atau gas. Jangan khawatir, kawah ini aman karenanya kita pun bisa melihat dari bibir kawah secara langsung.

.

kawah sikidang - banjarnegara

.

kawah sikidang - dieng

.

kawah sikidang

.

Kompleks Candi Arjuna. Berada di pusat Dieng, lokasi wisata ini selalu menjadi magnet bagi para wisatawan, termasuk para famtrip blogger kali ini. Kawasan Dieng merupakan daerah penyebaran Agama Hindu hingga di sini banyak ditemukan candi. Salah satunya yang berada di Kompleks Candi Arjuna, keseluruhan terdapat 5 candi ; Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, dan Candi Semar.

.

candi arjuna

.

Ada cerita lucu saat berada di kompleks Candi Arjuna. Hujan tiba-tiba turun mengharuskan kami harus berlari menuju Pendopo Soeharto Whitlam dari lokasi candi. Aksi lari-larian ternyata berbuah manis, di pendopo sudah tersedia snack dan makan siang hehe… Sembari menyantap snack para peserta famtrip mendapat penjelasan tentang Pendopo Soeharto Whitlam, yang rupanya dulu dipakai untuk perundingan antara Indonesia dan Australia. Dan hebatnya lagi ke dua tokoh tersebut di tandu dari bawah (Wonosobo) menuju Dieng… *kebayang kan jauhnya….

Tidak lupa selalu dilakukan diskusi, beberapa peserta memberikan saran dan kritik mengenai susahnya transportasi menuju Dieng dari jalur barat (Banjarnegara kota via Karangkobar). Tentunya hal ini menjadi PR bagi pemda dan dinas terkait apabila ingin mengenalkan Dieng lewat jalur barat yang memiliki pemandangan tak kalah menarik dengan jalur timur (Wonosobo) kepara wisatawan.

Kunjungan kami berakhir di toko oleh-oleh UD. Tri Sakti. Iya dong, tak lengkap rasanya kalau belum oleh-oleh khas Dieng. Beberapa produk seperti Purwaceng, Carica Dieng, Kacang Dieng, Keripik Kentang Dieng menjadi produk unggulan.

.

tri sakti - toko oleh oleh dieng

.

Tidak terasa acara famtrip selama tiga hari dua malam ini harus berakhir… rasanya masih belum puaaasss mengexplore keindahan Dieng. Tempat yang tidak pernah bosan saya kunjungi berkali-kali ini. Selalu ada cerita menarik dan berbeda yang menjadi kenangan tak terlupakan… πŸ™‚

.

Terimakasih kepada Dinas Pariwisata Banjarnegara, D’Qiano Hot Spring Water Park, UD. Tri Sakti, dan teman-teman blogger yang sudah berbagi kenangan selama tiga hari ini.Β 

Informasi :

  • UD. Tri Sakti : Jalan Raya Dieng – Banjarnegara (Seberang BRI Dieng), Telp : 081327544437

5 Komentar


  • Jadi kangen Dieng deh, transit nang Purwokerto sek πŸ˜€


    • ditunggu pokok men pakde…

      *hujane lg riuh pisan >_<


      • Hmmm, berarti ngenteni hujane gak riuh? Hahaha


        • Lha mosok baru kluar rumah musti pke mantel… Meh mlaku2 angel pakde…
          Opo neh nek pengin blusukan curug di Banyumas, waaa soyo angel iku… πŸ˜€

Tinggalkan Balasan