Trip Kopi : Nyeduh Kopi Bowongso Di Ketinggian 2000 Mdpl Gunung Sumbing

Famtrip blogger explore Banjarnegara kemarin berlanjut ke trip kopi di Wonosobo. Ceritanya dua hari sebelum keberangkatan famtrip Mba Wening mengajak buat ikutan Trip Kopi Bowongso yang kebetulan baru pertama kali diadain, semacam buat percobaan hehe… Ini sih tawaran menggiurkan buat saya, akhirnya setelah tahu ada Om Abi, Agil, dan Mas Pradna yang ikutan saya pun memutuskan ikut, ternyata malah Agil membatalkan karena harus persiapan ikut Borobudur Marathon.

.

trip kopi bowongso - kebun kopi

.
Selain kami bertiga ada Mba Wening, Mas Erwin (suaminya Mba Wening) dan si kecil Kinan yang baru mau 6 bulan ikutan >_< Oh iya Mas Lutfi juga ikut, ikutan menginap doang hahaha… Selesai acara di Dieng, minibus kami mengantar ke kantor Wonosobo Ekspress, tak lama kemudian dijemput oleh angkutan menuju Desa  Bowongso, Kecamatan Kalikajar.

Desa Bowongso merupakan desa tertinggi di lereng Gunung Sumbing, jalanan yang kami lewati dari mulai yang beraspal sampai akhirnya hanya bebatuan saat makin menanjak. Kabut mulai tebal, semacam berdiri di atas awan kalau melihat ke arah bawah, serta udara makin dingin, dan rupanya homestay kami berada tepat di depan basecamp pendakian Gunung Sumbing via Bowongso. Sampai homestay tepat waktunya sholat maghrib, perjalanan dari Kota Wonosobo ke Desa Bowongso hampir satu jam.

Malam harinya berkumpul dan berkenalan dengan banyak penduduk setempat, ada Mas Eed ketua kelompok tani, Mas Izun penggiat petani kopi & koordinator trip kopi, Mas Dani Bule, dll. Kalau di Banyumas ada “juguran” maka Wonosobo ada “nggiman”, apa itu juguran atau nggiman? Ah, itu semacam dopokan alias mengobrol sana-sini tentang apa saja sembari ngopi, merokok bagi yang merokok, dan menyantap cemilan 😀 … Malam itu kami menyeduh kopi Bowongso dengan metode V.60 dan mencoba hasil cold brew-nya juga…

.

kopi bowongso - produk

.

cold brew kopi bowongso - wonosobo

.

Pagi harinya, sambil menunggu semua berkumpul saya, Mas Pradna, Om Abi, dan Mas Lutfi memilih ke atap homestay sembari menikmati pemandangan. Tampak megahnya Gunung Sindoro menjulang di hadapan kami, lembah di antara Sindoro Sumbing sebagian masih berselimut kabut, sayang kamera yang dibawa hanya lensa standar.

.

Gunung Sindoro dari lereng Sumbing

.

homestay - desa bowongso - trip kopi

.

Setelah berkumpul semuanya, dengan mobil pick-up menuju ke lokasi gardu pandang untuk sarapan dan tentu saja menyeduh kopi :D. Nah ini dia nih… pemandangan sepanjang jalannya seru, belum lagi jalannya yang terus naik dan berbatu *goyang teruuusss hehe…  Tidak menyangka gardu pandangnya itu pertengahan menuju pos 1 pendakian ke Gunung Sumbing. Meski ngos-ngosan karena tiga hari kemarin kegiatan famtrip, tetap semangat jalan… nanjaknya bikin asoooyy kaki 🙂 Nah, kebayangkan Mba Wening dan Mas Erwin yang bawa Kinan bagaimana… Perjuangan jalan kaki selama kurang lebih 20 menit dengan treking nanjak tanpa bonus, terus sampai gardu pandang disodorin nasi megono plus tempe kemul khas Wonosobo dan tak lupa kopi Bowongso jelas kenikmatan yang berkali-kali lipat hehe…

.

trip kopi bowongso - menuju kebun kopi

.

menuju gardu pandang - trip kopi

.

trip kopi bowongso - gardu pandang sumbing

.

Kinan hebat nih, tidak rewel… kita juga hebat sampai atas juga meski tampang seperti mau pingsan haha….

.

Gardu pandang sumbing - kopi bowongso - trip kopi

.

peserta paling muda trip kopi.

Selama di gardu pandang kabut terlalu tebal, kanan kiri hanya terlihat putih… Menjelang siang rombongan trip kopi turun lagi menuju perkebunan kopi. Mas Eed menjelaskan sejarah Kopi Bowongso dari mulai merintis hingga sekarang. Total keseluruhan ada sekitar 78.000 batang pohon kopi yang dikelola oleh Kelompok Tani Bina Sejahtera. Sayang sewaktu di perkebunan kopi obrolan lama dilakukan sambil berdiri, jadi pegel-pegel hehe… Saya membayangkan di sini ada gazebo kecil, jadi setelah keliling perkebunan diajak duduk di gazebo selain beristirahat juga melanjutkan obrolan yang dilakukan saat berkeliling ke perkebunan. Nyeduh kopi lagi juga asik…

.

trip kopi bowongso

.

Bowongso Kopi

.

Dari perkebunan kopi berlanjut ke rumah Kelompok Tani Bina Sejahtera, disitu kita bisa melihat alat roasting, dan pengolahan kopinya secara langsung. Selain kopi, kelompok petani kopi juga sedang mencoba membuat ‘cascara’ yaitu teh dari kulit kopi. Peserta trip kopi juga diperbolehkan minum kopi sepuasnya. Kebanyakan penasaran dengan rasa kopi luwak liar… Makan siang kali ini istimewa, disediakan nasi jagung dan nasi megono serta lauk tradisional. Nikmatnya dobel pokoknya… 😀

.

kopi bowongso - wonosobo

.

Berkesan sekali mengikuti trip kopi perdana ini, selain menambah wawasan tentang Kopi Bowongso, petualangan menikmati Kopi Bowongso seduhan spesial di ketinggian 2000 mdpl, dan juga bisa ikutan “nggimen” dengan petani kopi, pegiat kopi, & penduduk lokal :D. Untuk oleh-oleh, Kopi Bowongso juga bisa dibeli dengan harga Rp 24.000/100 gram (kalau beli di Wonosobonya Rp 30.000).

Trip kopi semacam ini cocok buat penikmat kopi, atau yang membutuhkan suasana liburan berbeda dari biasanya. Penasaran dan ingin mencobanya atau mau beli kopinya? Bisa menghubungi Mas Dani Bule 08122897113.

6 Komentar


  • Waaaa nikmat sekaliiii 🙂

    Berarti itungane Kopi Bowongso ini kopi jawa kah?


    • Nikmat pakde… ah nek pakde haruse sekalian naik Gn. Sumbing 😀

      Iyes, kopi Jawa…

      Nagih sekali trip kopinya…

Tinggalkan Balasan