Part 1 : Lampung Krakatau Festival 2017

pulau sebesi lampung

Lama tidak menulis, jemari rasanya kaku hiks T_T perlu mengumpulkan rerempahan semangat dan memaksakan diri untuk membuka notebook. Eh, tetapi sesungguhnya memang ingin sekali menuliskan perjalanan ke Lampung, mengalahkan keinginan buat menulis lanjutan tentang Alor (v__v)

Grup Juguran Blogger mendadak ramai karena Mas Indra tetiba kasih penawaran siapa yang mau ikut Lampung Krakatau Festival 2017. Dalam sekejap quota habis, lima orang yang beruntung terpilih termasuk saya akhirnya lolos. Hanya saja Tiwi (Afrianti) memilih mundur dikemudian hari. Jadilah saya, Mas Pradna, dan Mas Arya yang dari Banyumas, plus Imam (Traveller Kaskus) dari Yogyakarta. Sedangkan peserta blogger lain berasal dari berbagai daerah.

.

IMG_20170821_131821_854

.

Kepastian keberangkatan sudah ada, tapi saya sendiri malah masih sibuk cari foto hingga tengah malam. Tidur menjelang subuh, rencana ke Yogyakarta dengan kereta pukul tujuh pagi pun terlewat. Akhirnya memilih berangkat dengan Joglokerto, dan rupanya Mas Pradna serta Mas Arya membeli tiket kereta yang sama.

Drama Kamis pagi itu masih berlanjut, Mas Arya ketinggalan kereta karena jam tangannya salah!! Dengan santainya dia leyeh-leyeh di rumah, sedangkan saya dan Mas Pradna sudah ketar-ketir karena dua menit lagi kereta jalan :)))) Tapi ada hikmahnya juga, sambil menunggu Mas Arya datang dengan kereta selanjutnya, saya bisa makan siang di sekitaran Malioboro 😀

Berhubung cewek sendiri, berasa di kelilingi bodyguard tiga!! hahaha…. Sayang, tempat duduk semuanya berpencar, jadi tidak bisa berhaha-hihi. Saya mah fokus tidur saja, capek gegara kelamaan menunggu di bandara karena keberangkatan tertunda satu jam.

.

bandara radin inten II lampung

.

hotel de green lampung

.

Sampai Lampung sudah malam, dan sepertinya jadi peserta terakhir yang sampai. Mas Indra menjemput kami berempat dan langsung menuju hotel. Sampai lobi sudah ada teman – teman dari GenPI, dan blogger. Well, antara lapar dan mengantuk, jatah makan malam hanya sempat saya makan beberapa suap lalu melanjutkan tidur. Kali ini saya kebagian sekamar sama Mba Terry dan Mba Molly \(^^)/Sarapan pagi dan ajang berkenalan dengan peserta lain. Setidaknya kali ini sebagian besar saya kenal jadi tidak merasa seperti orang ilang hahaha… Bus bandara menjadi armada seluruh peserta Lampung Krakatau Festival 2017. Peserta dilepas oleh Kepala Dinas Pariwisata Lampung di Lapangan Saburai lalu berangkat menuju Pulau Sebesi via Dermaga Boom, Lampung Selatan.

.sebelum ke pulau sebesi

.

perahu - festival krakatau

.

Saya pilih berada di dalam kapal dibandingkan di atap, membayangkan dua jam perjalanan rasanya sudah bikin was – was. Selain karena tidak bisa renang, ombaknya lumayan kenceng. Huhuw…

Pulau Sebesi.

Pulau terdekat dengan Pulau Anak Krakatau ini hanya ada beberapa puluh rumah saja. Di sana belum ada listrik, jadi hanya mengandalkan dari tenaga diesel (PLTD), yang bisa dinikmati dari pukul 18.00 sampai 21.00 saja. Sebagian besar penduduk Sebesi mengandalkan hasil tangkapan ikan, juga dari perkebunan seperti pisang dan kakao (coklat).

.

pulau sebesi lampung

.

Selepas mendapatkan tempat menginap (cottage dan sebagian homestay), sisa waktu sampai malam adalah jam bebas. Ada yang memilih beristirahat, keliling pulau, atau sekedar duduk di tepi pantai. Saya tentu saja pilih bersihin kamar mandi lalu mandi siang :D. Selesai makan, sempat menjelajah pantai terus ‘nemu’ ayunan dan rumah pohon. Mumpung masih sepi hanya kami bertiga (saya, Hanum, Mba Rai) puas – puasin mainnya. Dan begitu insiden tali ayunan yang dinaiki Hanum lepas, kami balik lagi ke tempat favorit dekat aula hahaha….

.

tempat favorit blogger - pulau sebesi

.

rumah pohon - pulau sebesi

.

pulau sabesi - ayunan

.

Saya sama Bena sempat mencari warung pempek yang lokasinya berada di tengah pemukiman (maklum kita ga bisa diam kalau sudah dikasih tahu ada penjual makanan). Pempek murah meriah yang dijual seribuan, jadi jangan ditanya bagaimana rasanya. Dasar Bena, dia langsung ngiler ketika lihat pohon mangga. Tapi, penduduk Pulau Sebesi yang kebanyakan orang Jawa memang baik, wajah memelas kami rupanya berhasil bikin iba hehe… Dapat satu mangga!! Lumayan kan… 😀

Hal kurang menyenangkan sempat kami alami pada malam hari. Acara penyambutan peserta festival terkesan kurang teratur. Selain itu kami pun harus menahan lapar karena belum ada tanda – tanda disuruh makan. Setelah protes, pemutaran film dokumenter tentang Gunung Krakatau akhirnya ditunda selepas makan malam. Para peserta yang kelaparan berebut ikan bakar yang hanya ada empat (?) untuk sekitar 200 orang peserta. Jadi bisa dibayangkan, ikan langsung habis meski masih banyak antrian.

.

tarian adat - pulau sebesi

.

Info simpang siur kalau besok hanya mengelilingi Pulau Anak Krakatau hampir membuat para blogger kecewa termasuk saya. Kalau diibaratkan seperti kejadian makan malam kami persis ; ada menu ikan bakar yang ada di hadapan, tapi tak bisa dinikmati karena hanya tinggal tulang belulang =)))

Lepas makan malam ; saya, Bena, Hanum, dan Mba Vika memisahkan diri menuju cottage. Saya lebih suka menghindari aura panas. Selain ingin mandi (lagi) dan memilih tidur awal. Segala ‘keseruan’ di tempat acara hanya lamat terdengar dari cottage dan kabar Mas Arief Rachman lewat grup : Horeeee.. besok jadi naik Krakatau!

17 Komentar


  • Kenapa ayunannya tetap disebut-sebut? 🙁
    Mba Olie ngaku jarang isi blog, eh tulisannya oke nih. :))


  • Seneng baca begini berasa nostalgia lagi ya, Mba Olip. Aku belum nulis nih… semoga minggu depan bisa tayang lah😊.


    • Mba Molly sibuk siiih v__v

      Iya nih, jadi kangen euy…


  • Sungguh Ber Faedah sekali bila membaca tulisan kisah ini…. bagai mengikuti runutan kisah perjalanan yang apik. Semoga bakal sering ke Lampung dan Oktober kita bersua di Banyumas yaaaa hahahahahaha


    • Aamiin…
      Masih kurang banyak menjelajah memang. Semoga ada kesempatan ke sana lagi Mas Indra 🙂

      ditunggu di Hotel Sanvika 😛


  • Geli lihat foto ibu-ibu yang nongkrong di tepi pantai siang-siang itu. Seperti ibu-ibu kurang kerjaan ya hahaha


    • haha… piknik pun bekerja ya aslinya 😀


  • Awas mbak ayunannya lepas lg.. 😂😂

    Ah aku sempat kesel itu denger kalau tidam jadi turun ke Gn.Anak Krakatau. Setelah diskusi panjang akhirnya turun jg y, Mbak..


    • Hahah Hanum itu Mas tersangkanya …

      Iya nih, terima kasih Mas Fajrin, Mas Indra dkk yg sudah berupaya lewat diskusi. Akhirnya jadi turun juga :*


  • Oh pake moderasi. Wakakakak.


  • Yah. Komen aku ilang. Pft.

    Iya ya ilang?
    Tadi aku bilang kalo tulisannya mbak oliep bagus. Alurnya pas tulisannya juga nggak kepanjangan. Aku suka jenis tulisannya mbak oliep.


    • Gak ilang, nang bae tenang 😀

      Jangan bilang km juga gitu ya… toosss atulah (_ ‘ ‘)/\(‘ ‘ _)


  • Hahahaha. Tulisannya mbak oliep bagus juga ya. Aku suka. Alurnya bagus. Pas. Nggak kepanjangan juga.


    • Terima kasih Bena…

      Gak bakat nulis panjang, bakatnya kesasar #eh


  • Joss bgt.. kiye.. tulisane blogger tingkat dewa.. yang lama ditunggu2 sejagat Indonésia


    • alambuh -___-”
      lupa pswrd blog hehe…dan susah cari waktu (ini kata lain dr males bukan??)

Tinggalkan Balasan