Kucing Liar Dan Tuna Wisma

Hari kedua di Kota Atlas.

Sedikit ada perubahan rencana, yang semula hendak ke tempat ngopi dan gelato, akhirnya hanya keliling mall. Tak mengapa sih, membayangkan panasnya Semarang meski naik mobil, rasanya lumayan bikin malas hehe… Bahkan saya menikmati, akhirnya main basket di Timezone setelah sekian lama tidak pernah main.

Nyatanya, suasana memang sedang tidak bersahabat… saya tahu kawan saya sedang kesal karena sesuatu hal.

Rupanya, penghiburan itu tidak hanya milik saya hari itu. Ada kawan saya, sebut saja DePe (bukan Dewi Persik lho) yang lebih bersemangat memasukan bola basket ke keranjang. Jangan tanya poinnya berapa ya, jelas saya kalah (^^V). Puas berkeringat, DePe mesti ke kampus buat mengajar sore itu. Iya, dia memang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang.

Semula, saya ingin ikut masuk perkuliahannya, tapi saya memilih jalan sendiri karena sewaktu rehat tadi sempat membaca tulisannya di blog tentang tempat ngopi yang ada di Jalan A. Yani No. 197,  Wonodri, Semarang Selatan. Baru dua tegukan minum cold brew di The Blue Lotus, pesan masuk berkabar kalau DePe sudah selesai (-__-,). Buru-buru, akhirnya memesan iced cappucinno buat DePe dan oleh kasirnya malah ditawari cold brewnya sekalian dibawa pulang *baik banget siiih kasirnya 😀

Malam itu agendanya ke Impala Space yang ada di lantai dua Spiegel Bar & Bistro, ada mini workshop dengan Dhave Danang yang juga seorang travel blogger.

.

IMG_20170930_185831

.

Bukannya langsung ke Impala Space, DePe malah jalan menuju Taman Srigunting. Baiklah, berhubung saya bingung, saya ikuti saja dia yang menyapa seorang perempuan. Perempuan itu berjalan memimpin kami ke salah satu bangku taman, lalu ditunjukkannya seekor kucing sakit, dan tiga anak kucing yang masih berumur beberapa hari di dalam kardus.

Sembari bercerita, perempuan tersebut memberi susu dan ikan sarden ke kucing-kucing yang dirawatnya. DePe menyimak penjelasan, sedangkan saya memandang kedua orang itu bergantian dengan takjub… Sebelum meninggalkan perempuan dengan kucing liarnya, DePe memesankannya taxi online untuk mengantarnya membeli obat juga stok makanan buat kucing.

Meski bisa mengira-ngira, toh tetap saja penasaran, saya pun bertanya tadi itu siapa? Rupanya tuna wisma yang dia ajak ngobrol beberapa waktu yang lalu. Perempuan asli Temanggung, yang senang merawat kucing liar di sekitar Taman Srigunting. Dan kawan saya ini memang menyukai hewan, terlebih kucing. Baginya, ada kesenangan tersendiri saat berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, entah itu tuna wisma, penjaga parkir, atau lainnya. Hmm… saya tersenyum sendiri, mencoba berjalan menyamakan dengan langkah kakinya yang jenjang menuju Impala Space.

.

.

PS : Jika kalian sedang kesal, buatlah suatu hal baik, mengikuti emosi hanya membuang waktu dan juga energi. Saya percaya satu kebaikan, akan membuka pintu kebaikan lainnya…. Btw, terima kasih untuk pembelajaran waktu itu 🙂

September 30, 2017 8:16 pm 2 Comments

2 Komentar


  • mana fotokopinya kaa?


    • hehe… itu ditulis terpisah nanti mbak 😀

Tinggalkan Balasan