Meriahnya Perayaan Ke-184 Tahun Desa Kalilunjar – Banjarnegara

26.08 Sabtu siang sewaktu baru sampai di Bandar Lampung, Mba Idahceris kirim pesan meminta buat ikutan Festival Kalilunjar. Acara tersebut dilaksanakan tanggal 28-29 Agustus, padahal penerbangan dari Lampung itu Minggu sore dan itu berarti tidak ada 12 jam di rumah sudah pergi lagi (-__-,). Dengan iming – iming dijemput dari Purwokerto, akhirnya saya mengiyakan saja.

.

IMG-20170927-WA0000

.

Seperti saat berangkat, penerbangan Sriwijaya lagi – lagi ditunda selama satu jam dari jadwal. Sampai Yogyakarta sudah melewati jam 18.00 wib, semula hendak ikutan kereta yang berangkat jam enam sore terpaksa berharap mendapat tiket Taksaka on the spot. Pokoknya kalau ada tiket hanya satu saya tidak mau mengalah sama Mas Pradna dan Mas Arya huehehehe…

28.08 Masih pagi Mba Idahceris sudah menyapa di chat, mengingatkan semua peserta untuk bersiap – siap dijemput oleh panitia di tempat yang kemarin sudah disepakati. Ugh, rasanya mata masih menuntut tidur, karena semalam pulang dari Yogyakarta langsung motret dan pulang dini hari…

Berangkat dari Purwokerto, ada Mba Pungky, Mas Topan, Afrianti, Desi, Revan, lalu ada juga Mbak Wening dan Mas Erwin dari Blogger Wonosobo.Jadi ceritanya, salah satu pegiat wisata desa menghubungi Mba Idahceris untuk mengajak beberapa blogger menghadiri acara Festival Kalilunjar. Pesta Budaya yang diadakan dalam rangka Hari Jadi Desa Kalilunjar ke-184 tahun. Dan acara ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan.

Setelah sampai di Desa Kalilunjar, Banjarnegara, peserta diajak mencoba tubing Sungai Penaraban di Desa Dawuhan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara (tulisan mengenai tubing ini nanti ditulis terpisah yaaaa…). Kemudian malamnya dilanjutkan mengikuti acara yang ada di balai desa.

Sebenarnya sebelum berangkat, sempat diberi rundown acara, hanya saja sepertinya memang nyaris semuanya tidak sesuai urutan :D. Untuk menginap, peserta sudah disiapkan homestay di rumah penduduk. Antara lapar, mengantuk, dan capek… ketika makanan disediakan jam 22.00 akhirnya tanpa pikir panjang saya makan setengahnya dan langsung memilih tidur…

.

IMG-20170927-WA0003

.

IMG-20170927-WA0001

.

29.08 Paginya semua peserta berkumpul di basecamp yang merupakan kantor kecil yang ada di area wisata Bukit Asmara Situk. Sembari menunggu acara dimulai, saya, Afrianti, dan Desi memilih untuk naik ke Bukit Situk. Untuk menuju lokasi, biasanya pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 15.000, menaiki anak tangga di antara kebun salak yang bisa ditempuh dengan jalan kaki selama 15 menit.

.

IMG-20170927-WA0002

.

Sayangnya karena masih terlalu pagi, pemandangan yang ada di bawah hanya nampak kabut saja. Di Bukit Asmara Situk ada belasan area selfie deck yang bisa dipakai. Tapi tidak semuanya saya coba, karena … ya itu masih kabut di sana – sini >_<.

Festival Kalilunjar terdiri dari kegiatan Boyong Oyod Genggong, dan Pasar Pala. Boyong Oyod Genggong itu semacam karnaval dengan membawa gunungan  hasil pertanian dan perikanan masyarakat D   esa Kalilunjar. Sedangkan di area Pesta Pala disuguhkan berbagai macam hasil bumi macam umbi – umbian (Pala Pendem) dan buah – buahan (Pala Gantung). Di Pesta Pala seluruh pengunjung boleh mencoba makanan olahan dan buah yang disediakan secara gratis atau membayar seikhlasnya.

.

IMG-20170927-WA0004

.

Sebenarnya acara budaya ini cukup menarik, meski durasinya kurang lama. Dan saya rasa, panitia yang mengundang kami (blogger) semestinya membentuk tim untuk koordinasi, karena nyaris sepanjang hanya melihat dua orang saja yang harus mengurus sekaligus mendampingi seluruh rangkaian yang harus diikuti oleh blogger.

.

.

PS : foto nyusul, bingung milihnya >_<

2 Komentar


  • aku masih penasaran desa kalilunjar itu seperti gimana, kok bisa sampai tahu usianya 184.


    • Nah… Main makanya, siniiiih….

Tinggalkan Balasan