Famtrip Blogger Dan GenPI Banyumasan Di Banjarnegara

GenPI Banyumasan atau Generasi Pesona Indonesia Banyumasan adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia. GenPI Banyumasan terdiri dari empat kabupaten ; Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap. GenPI merupakan pengejahwantahan dari program wisata “go digital” yang tengah gencar dilakukan oleh Kemenpar sebagai salah satu strategi pemasaran pariwisata Indonesia.

Pengukuhan GenPI Banyumasan lain dari pada yang lain, selain mengundang perwakilan beberapa GenPI, blogger, juga netizen dari beberapa daerah. Didukung oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara, dan sponsor seperti Surya Yudha Park, The Pikas Resort & Artventure, juga D’Qiano Waterpark.

Sebelum pengukuhan, peserta yang berjumlah sekitar 34 orang ini diajak mengunjungi The Pikas Resort & Artventure untuk makan siang dan rafting. Sayang sekali, seperti tahun sebelumnya, harus melewatkan permainan menantang ini karena saya takut air hehe…

.

Rafting Serayu (Bannyu Woong Adventure)

.

Malamnya, acara pengukuhan yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Kepala Dinas Pariwisata Banyumas, Sekjen GenPI Nasional dilaksanakan di Balai Apung Surya Yudha Park.

.

hotel surya yudha

.

pengukuhan genpi banyumasan

.

Famtrip Ke Banjarnegara Barat

Hari kedua, para peserta yang menginap di Hotel Surya Yudha diajak mengunjungi Banjarnegara sisi barat. Keramik Usaha Karya Klampok menjadi tujuan pertama. Tidak menyangka, salah satu toko keramik yang dulu sering saya kunjungi dengan ibu hari ini kembali didatangi, bahkan sampai ke bagian belakang bagian pembuatan keramik atau gerabah ini.

.

keramik klampok banjarnegara

.

Prosesnya pun tidak bisa dikatakan mudah karena membutuhkan ketelatenan juga ketelitian. Gerabah atau keramik yang terbuat dari lempung (tanah liat) ini dikerjakan oleh belasan orang. Mereka umumnya sudah belasan hingga puluhan tahun menggeluti pekerjaan ini. Hasil keramik dari Usaha Karya Klampok ini selain dikirim ke daerah Tegal (poci) juga dieksport ke Amerika, Asia, Eropa.

Batik Gumelem yang berada di Desa Gumelem Barat menjadi tujuan selanjutnya para peserta famtrip. Selain melihat langsung proses pembuatan batik, peserta juga diperbolehkan mencoba mencanting batik. Desa Gumelem memang menjadi sentra batiknya Kabupaten Banjarnegara. Jangan heran kalau ke sini, ada banyak rumah yang memang menjadikan batik sebagai home industri seperti keramik Klampok. Selain batik tulis, ada pula batik cap yang diproduksi di sini.

.

Batik Gumelem Banjarnegara

.

kunjungan ke batik gumelem di SMP

.

Menjelang sore, peserta famtrip diajak mengunjungi Desa Wisata Kampung Kitiran di Desa Pagak, Kecamatan Purworejo Klampok. Di sini kami disuguhi musik tradisional. Nama alat musiknya Gumbeng, terbuat dari bambu, dimainkan dengan bantuan stik (pemukul) bambu kecil. Alat musik ini memang tidak banyak yang tahu, dan rupanya dua teman (Gita dan Devi) keasyikan ketika mencobanya bersama masyarakat yang memainkan Gumbeng dipadukan dengan gamelan.

.

Desa wisata Pagak - musik tradisional

.

Desa Pagak - alat musik bambu

.

Menjelang malam peserta famtrip menuju ke Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di penginapan D’Qiano Hot Spring Waterpark. Yups, tempat ini memang paling cocok buat menginap di tempat yang dingin, soalnya bisa berpuas-puas ria berendam kolam air panasnya untuk menghalau dinginnya Dieng, Banjarnegara.

.

d'qiano dieng

.

Famtrip Ke Dieng, Banjarnegara

Menjelang subuh peserta famtrip bersiap untuk trekking ringan ke Bukit Scotter (Scooter) yang ada di Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Bukit ini berada di utara Kompleks Candi Arjuna (sekitar 200 m). Dari atas bukit kita disuguhi pemandangan Kota Dieng, pegunungannya yang nampak keren pokoknya sayang kalau dilewatkan. Jika beruntung (berangkat lebih awal) kita bisa melihat semburat matahari pagi

Bbrrr…. dinginnya itu lho 😀

Puas menikmati Bukit Scotter, kembali lagi ke penginapan D’Qiano Hot Spring Water Park untuk sarapan sekalian check out. Beberapa peserta saking senangnya sampai menyempatkan berendam ke kolam sebelum meninggalkan D’Qiano lho…. Saya sih memilih packing, lalu menyerbu nasi goreng plus kopi. Sudah laper! 😀

Peserta famtrip juga sempat diajak ke obyek wisata baru di Telaga Merdada, Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Yups, masih pagi dan kabut mulai turun tak menyurutkan peserta famtrip mencoba main kayak di Telaga Merdada. Seru kan…. 🙂

.

telaga merdada - kayak

.

Tak lengkap ke Dieng sebelum ke Kompleks Candi Arjuna dan toko oleh-oleh dong. Dua tujuan terakhir peserta Famtrip GenPI dan Blogger diiringi gerimis. Makin syahdu dan romantis pokoknya hehe…

10 Komentar


  • Dududududu seru banget ya kak Lip..


    • Seru dong… #BanjarnegaraAsyik haha


  • Masih belum puas explorasinya mbak, masih pengen lagi jelajah Purwokerto – Banjarnegara ^^

    salam Cinta Pekalongan


    • Ayo ditunggu datang lagi, sekalian rame2 rafting #kode…. 🙂


  • Asyiknyaaaa… Trmksh Dinparbud Banjarnegara jg mba Olipe & tmn2 Genpi Banyumasan.. Undang2 lagi yaaa…hehe..


    • sama-sama mbak…
      senang sekali sudah disempatkan datang ke sini. ditunggu kedatangannya lagi 🙂


  • Sukaaaa….dg kebersamaan tmn2 blogger & GenPI di famtrip ini.. Trmksh Dinparbud Banjarnegara, jg mba Olipe & tmn2 GenPI Banyumasan.. Jgn bosen undang2 kami lagi yaaa..hahaha…


  • Yey.. Banyumasanasyiik


    • asyik tempatnya, asyik orangnya…
      dududu… syalalala

Tinggalkan Balasan