Registrasi SIM Card Untuk Single Identity Number

Mumpung masih di Jakarta, ajakan untuk mengikuti konferensi pers di Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada tanggal 7 November 2017 dengan Kominfo pun saya sanggupi. Selain masih penasaran terkait kabar kontroversi akhir-akhir ini mengenai registrasi SIM card yang sempat bikin panik karena belum bisa mendaftarkan kartu SIM sendiri.

Siang itu selain blogger ada juga jurnalis yang datang, dengan pembicara (narasumber) antara lain Bapak Ahmad M Ramli (Direktur Jenderal PPI Kominfo), Bapak Zudan Arif Fakrulloh (Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri), Bapak I Ketut Prihadi Kresna (Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), dan Bapak Merza Fachys (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia). Ibu Niken Widiastuti dari Dirjen IKP memberikan sambutan pada awal acara.

.

single identity number - registrasi aman

.

Kabar soal regitrasi maksimal akhir Oktober kemarin memang membuat banyak masyarakat panik (yang rupanya kabar hoax), apalagi saya yang sudah mencoba beberapa kali tapi tidak berhasil. Entah karena terlalu banyaknya yang mendaftar pada batas waktu atau jangan-jangan karena E-KTP saya yang memang belum jadi dan belum masuk sistem 🙁 *akhirnya cuma bisa pasrah… Selain itu juga tidak sedikit masyarakat yang sangsi, jangan-jangan nanti data yang diberikan bisa disalahgunakan apalagi karena mencantumkan NIK & KK.

.

registrasi aman

.

Mendengar penjelasan para narasumber, bahwa data pemilik ponsel aman saya jadi lega. Apalagi operator pun tidak memiliki akses untuk melihat data pelanggan operatornya selain nomor KK & NIK. Dan kabar soal pendaftaran terakhir akhir bulan Oktober pun hanyalah kabar hoax, registrasi terakhir tanggal 28 Februari 2018, setelahnya akan diberlakukan pemblokiran secara bertahap.

.

registrasi aman kartu sim

.

Sampai saat ini tercatat ada 360.000.ooo,- nomor yang aktif baik yang menggunakan data valid maupun tidak. Bapak Ahmad M Ramli (Direktur Jenderal PPI Kominfo) mengatakan bahwa dengan melakukan registrasi maka akan membuka data dan memvalidkan nomor seluler yang saat ini beredar. Ada sekitar 54.347.072 pelanggan yang sudah melakukan registrasi simcard sampai dengan tanggal 6 November 2017.

Selain itu mulai tanggal 13 November 2017 diharapkan semua operator sudah bisa memberikan pelayanan berupa fasilitas cek nomor dan unreg nomor lewat ponsel untuk pelanggan. Hal ini bisa kita lakukan untuk cek nomor bila seandainya data kita ada yang menggunakan. Dan kita bisa minta bantuan kepada operator untuk unreg nomor siluman yang menyerupai data kita dengan menunjukkan dokumen asli kita.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa kebijakan yang mewajibkan masyarakat pelanggan jasa telekomunikasi meregistrasi SIM card prabayar merupakan upaya Pemerintah untuk menata data kependudukan menuju Single Identity Number. Dengan cara yang sangat mudah registrasi ini bertujuan untuk menghindari kejahatan didunia cyber, seperti yang banyak terjadi saat ini misalnya penipuan melalui online shop, atau lewat SMS dengan berbagai modus yang memang sudah banyak korbannya.

Tak perlu khawatir pula jika pelanggan memiliki tiga nomor SIM card, karena kita pun bisa mendaftarkannya ke operator yang dipakai untuk pendaftaran. Mudah bukan? Jadi tak perlu ragu lagi untuk registrasi SIM card, selain aman juga menguntungkan kita nantinya. Sayang kan kalau sampai nomor yang sudah dikenal diblokir…. 🙂

 

Tinggalkan Balasan